Home / Daerah / Nasional / Regional

Senin, 22 Desember 2025 - 10:12 WIB

5 Kilometer Jalan Peniti–Sakam Tak Rampung Meski Sudah LPA, Video 2 Menit 54 Detik Ungkap Proyek Terbengkalai.

Senin, 22 Desember 2025.11:09 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Ruas jalan Peniti–Sakam sepanjang kurang lebih 5 kilometer hingga kini belum juga rampung, meski badan jalan telah dilakukan penimbunan sirtu dan lapis pondasi agregat (LPA). Kondisi tersebut menjadi keluhan serius warga karena jalan ini merupakan akses utama perekonomian dan mobilitas masyarakat.

Fakta di lapangan juga diperkuat dengan video berdurasi 02 menit 54 detik yang diterima redaksi Pers Tipikor.id. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas kondisi badan jalan yang sudah LPA namun dibiarkan terbuka tanpa penyelesaian lanjutan. Pada sejumlah titik tampak material mulai tergerus air, berlubang, dan sulit dilalui kendaraan, terutama saat hujan.

Warga menilai keterlambatan penyelesaian proyek tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, pekerjaan dasar jalan telah dilakukan sehingga seharusnya proses lanjutan menuju penyelesaian akhir bisa segera dituntaskan oleh kontraktor pelaksana.

“Kalau sudah disirtu dan LPA seperti ini, seharusnya tidak dibiarkan lama. Di video itu kelihatan sendiri, jalan rusak kembali karena hujan. Kami yang setiap hari lewat sangat dirugikan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ruas jalan Peniti–Sakam merupakan jalur vital penghubung antarwilayah yang menopang distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, serta akses warga menuju sekolah dan fasilitas layanan kesehatan. Terhentinya pekerjaan berdampak langsung pada meningkatnya biaya transportasi dan terhambatnya perputaran ekonomi warga.

Warga juga mempertanyakan komitmen kontraktor pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Mereka menilai proyek terkesan dikerjakan setengah jalan, tanpa kejelasan progres maupun batas waktu penyelesaian.

“Kami tidak terlalu mempersoalkan ini jalan provinsi atau kabupaten. Yang kami minta, kontraktor harus bertanggung jawab. Jangan sampai proyek ini dibiarkan terbengkalai,” tegas warga.

Warga meminta Bupati Halmahera Tengah dan Gubernur Maluku Utara untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap kontraktor serta mengevaluasi proyek tersebut. Warga berharap pekerjaan segera dilanjutkan agar akses utama perekonomian masyarakat tidak terus terhambat.

READ  Kejari Halteng Ditantang Jangan Diam, Periksa Proyek Rp497 Juta di Desa Air Salobar.

“Jalan ini urat nadi ekonomi kami. Kalau terus dibiarkan, yang rusak bukan hanya jalan, tapi kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

“Kami Ini Warga Kalian!” – Warga Trans SP 2 Prihatin, DPRD Diminta Jangan Diam.

Daerah

Dikendarai Anggota Satlantas Polres Halteng Tabrak Kakak Beradik, Korban Kini Kritis di RSUD Weda.

Daerah

Buruh Halteng Capai Kesepakatan UMK 2026, Desak Gubernur Tunduk PP 49/2025.

Daerah

Polsubsektor Weda Utara Bagikan Takjil dan Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Pengguna Jalan.

Daerah

BUKTI INDIKASI KERUGIAN DAERAH HARUS DIKAWAL.

Daerah

Ampera Halmahera Timur, Meminta KPK Periksa Mantan Kadis ESDM Provinsi Dan Gubernur Maluku Utara

Daerah

5 PROGRAM PJ BUPATI HALMAHERA TENGAH DIPERTANYAKAN.

Daerah

Orientasi Pendampingan Tim Pendamping Keluarga Kabupaten Halmahera Tengah Tahun 2024.

You cannot copy content of this page