Rabu, 5 November 2025. 16:57 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Di tengah geliat industri yang kian pesat, dua unit mobil operasional milik PT Indonesia Weda Industrial Park (IWIP) berhasil mencuri perhatian publik. Kedua kendaraan tersebut, LV 09 dan LV 38, tampak melintas dengan tampilan bersih, rapi, dan terawat — kontras dengan kendaraan operasional lain yang kerap terlihat berdebu dan lusuh.
Salah satunya, LV 38, terlihat melintas di depan portal kilo tiga kawasan kota Weda dengan kondisi mengilap dan tertata rapi. Pemandangan ini sontak menjadi sorotan warga yang menilai bahwa langkah kecil tersebut mencerminkan disiplin dan kepedulian perusahaan terhadap citra serta ketertiban lingkungan.
Sekilas tampak sederhana, namun bagi warga, hal itu bermakna besar. Di balik kebersihan kendaraan tersebut tergambar budaya kerja yang profesional, tertib, dan berkomitmen menjaga tanggung jawab sosial di tengah aktivitas industri.
“Ini bagus sekali. Kalau semua perusahaan menjaga tampilan mobil operasional seperti ini, tentu suasana kota akan lebih tertib dan enak dipandang. Perusahaan lain, termasuk kontraktor, seharusnya melihat ini sebagai contoh,” ujar Abu Tae, salah satu sopir Organda Halmahera Tengah, saat ditemui di Portal kilo tiga.
Menurut Abu Tae, perhatian terhadap hal sekecil dengan tampilan kendaraan operasional bisa menjadi tolok ukur tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Dari kebersihan kendaraan saja, sudah terlihat keseriusan perusahaan dalam menjaga nama baik dan kedisiplinan di lapangan,” tambahnya.
Langkah ini dianggap menggambarkan standar profesionalisme yang seharusnya diterapkan di kawasan industri strategis seperti Halmahera Tengah. Di tengah meningkatnya aktivitas pertambangan, konstruksi, dan logistik, kebersihan serta kerapian kendaraan operasional menjadi simbol tata kelola perusahaan yang baik — hal yang sering kali luput dari perhatian publik.
Bagi sebagian masyarakat, praktik baik ini bukan sekadar soal tampilan, melainkan pesan moral bahwa pembangunan industri harus berjalan seiring dengan budaya tertib, bersih, dan bertanggung jawab.
“Kalau semua perusahaan punya kesadaran seperti tampilan mobil IWIP, bisa menjadi contoh kawasan industri modern yang tidak hanya produktif, tapi juga beradab dan tertata,” kata Abu Tae.
Dengan keteladanan kecil namun bermakna ini, PT IWIP menunjukkan bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari proyek besar atau investasi triliunan rupiah, melainkan juga dari cara perusahaan menghargai detail dan menjaga citra di hadapan publik.
Kini, perusahaan lain memiliki contoh nyata bahwa disiplin, kerapian, dan kepedulian terhadap lingkungan kerja bisa dimulai dari hal paling sederhana — mobil operasional yang bersih membawa pesan kuat tentang budaya kerja modern dan tanggung jawab sosial perusahaan. (Editor: Rosa).




