Jum’at, 19 Desember 2025.23:56 WIT
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Di saat waktu terasa terus dikejar oleh tuntutan kerja, TKBM Yefi Berkarya Mandiri memilih untuk berhenti sejenak—bukan untuk meninggalkan tanggung jawab, tetapi untuk mengingat makna kebersamaan. Di tengah aktivitas yang bergulir tanpa henti, masih ada ruang yang disisihkan untuk berbagi, karena kemanusiaan tak boleh hilang oleh kesibukan.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, TKBM Yefi Berkarya Mandiri menghadirkan kepedulian bagi seluruh anggota yang merayakan. Inisiatif ini lahir dari gagasan bersama Ketua TKBM Yefi Berkarya Mandiri, Iskandar Hi Munawar, sebagai ikhtiar memupuk persaudaraan dan merawat rasa kekeluargaan di tengah dinamika kerja yang keras dan menuntut kekompakan.
“Di tengah kesibukan kerja, kami tidak ingin kehilangan rasa sebagai satu keluarga. Dari kebersamaan inilah kami saling menguatkan, saling menjaga, dan tetap berdiri bersama,” ujar Iskandar.
Menurutnya, berbagi di momen Natal dan Tahun Baru bukan sekadar bagian dari perayaan, melainkan cara sederhana untuk menyapa hati sesama anggota. Sebuah pengingat bahwa di balik seragam kerja dan rutinitas, ada manusia yang perlu dirangkul dan diperhatikan.
“Semoga seluruh anggota selalu diberi kesehatan, keselamatan dalam bekerja, dan rasa kebersamaan ini terus hidup, tidak hanya hari ini, tetapi dalam setiap langkah ke depan,” tambahnya.
Melalui langkah kecil namun penuh makna ini, TKBM Yefi Berkarya Mandiri menegaskan bahwa kerja keras tidak harus menghapus empati. Bahwa perbedaan bukanlah jarak, melainkan alasan untuk saling mendekat. Di sinilah solidaritas dirajut—pelan, tulus, dan penuh kesadaran—dalam satu keluarga besar TKBM Yefi Berkarya Mandiri.
Di balik kesibukan yang tak pernah berhenti, TKBM Yefi Berkarya Mandiri mengajarkan bahwa berbagi bukan soal memiliki waktu, melainkan soal memilih untuk peduli. (Editor: Rosa)




