Home / Daerah / Nasional / Regional

Minggu, 18 Mei 2025 - 00:32 WIB

“SP2D Kilat: Rp1,8 Miliar Hilang dalam 3 Bulan?”.

Ahad, 18 Mei 2025.01:25 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID — Skema pencairan dana proyek miliaran rupiah di Kabupaten Halmahera Tengah terungkap. Dalam waktu singkat, empat termin pembayaran atau SP2D telah mengalir ke salah satu proyek pembangunan jalan permukiman, hampir menyentuh total nilai kontrak hanya dalam tiga bulan.

Dugaan pelanggaran aturan hingga potensi penyalahgunaan anggaran pun mengemuka, memicu pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Halmahera Tengah.

Kejanggalan itu bermula dari proyek Pembangunan Jalan Permukiman Baru dengan nilai kontrak Rp1,97 miliar yang dikelola Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Halmahera Tengah.

Pemenang proyek adalah CV SA Mlonge Pratama. Berdasarkan dokumen tender, kontrak resmi ditandatangani pada 9 Agustus 2023.

Namun yang mengejutkan, dana proyek mulai dicairkan dengan kecepatan luar biasa. Berikut rincian pencairan dana berdasarkan dokumen SP2D:

1. Uang Muka:Tanggal SP2D: 28 Agustus 2023, Nomor SP2D: 4553/SP2D-LS/PK-3/4.4.1.2/HT/2023, Nilai: Rp591.000.000,00

2. Termin I: Tanggal SP2D: 29 September 2023, Nomor SP2D: 5370/SP2D-LS/PK-3/4.4.1.2/HT/2023 Nilai: Rp788.000.000,00

3. Termin II: Tanggal SP2D: 8 November 2023, Nomor SP2D: 6962/SP2D-LS/PK-3/4.4.1.2/HT/2023, Nilai: Rp394.000.000,00

4. Termin III: Tanggal SP2D: 27 November 2023Nomor SP2D: 7796/SP2D-LS/PK-3/4.4.1.2/HT/2023, Nilai: Rp98.500.000,00

Total pencairan dana mencapai Rp1.871.500.000,00 atau sekitar 95 persen dari nilai kontrak yang disepakati.

Padahal, menurut ketentuan dalam Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 dan aturan pengelolaan keuangan daerah, pencairan pembayaran termin hanya diperbolehkan jika progres fisik proyek sudah diverifikasi secara sah oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas.

Cepatnya pencairan dana, khususnya dalam rentang dua bulan antara termin I, II, dan III, menjadi tanda tanya.

READ  Bongkar Fakta SP2D: Proyek Normalisasi Kali Yefetu Paket 1 & 2 di Halteng Disorot.

Jika kondisi seperti ini dibiarkan tanpa pengawasan ketat, dikhawatirkan akan membuka peluang penyalahgunaan anggaran yang merugikan keuangan daerah dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik harus ditegakkan agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Bappelitbangda Halmahera Tengah Raih Pengharagaan Peringkat 1 Kabupaten Se-Maluku Utara.

Daerah

REFLEKSI MAY DAY, PEMUDA KOTA WEDA GELAR CAKALELE.

Daerah

“Proyek Air Bermasalah, Diamnya Kades dan Kadis Mengundang Kecurigaan”.

Daerah

Elang-Rahim Calon Bupati dan Wakil Bupati Halteng, Disambut Antusias.

Daerah

“Disiplin Investasi: Dua Gerai di Halmahera Tengah Dihentikan Sementara Karena Tak Punya Izin”.

Daerah

Tokoh Pemuda Berharap Polsubsektor Kecamatan Weda Tengah Segera di Tingkatan.

Daerah

Dalam Rangka Tempati Kantor Baru, Dinas Koperasi Dan UKM Giat Persiapan.

Daerah

Ribuan Masa Pendukung/Simpatisan Elang-Rahim Padati Apel Kemenangan.

You cannot copy content of this page