Sabtu, 5 September 2026.19:56 WIT
HAL-TENG, PERS TIPIKOR. ID— Generasi muda di kawasan perbatasan Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Pemuda tidak lagi dipandang hanya sebagai penerima manfaat, tetapi diarahkan menjadi pelaku sekaligus penggerak pembangunan di wilayah perbatasan.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari Kegiatan Pemberdayaan Pemuda Perbatasan dalam Peningkatan Partisipasi Pembangunan di Kecamatan Perbatasan, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat keterlibatan generasi muda dalam berbagai proses pembangunan.
Kepala Bidang Koordinasi Perencanaan dan Kerja Sama Badan Pengelola Perbatasan Daerah, Asrul A. Gani, ST, mengatakan pemuda memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, penggerak masyarakat, sekaligus mitra pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan dan mengembangkan potensi kawasan perbatasan.
Menurutnya, pemberdayaan pemuda dilakukan melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, pengetahuan serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Pemuda juga didorong untuk terlibat secara aktif dalam tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi program.
“Pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dan penggerak masyarakat. Karena itu, mereka perlu diberikan ruang untuk terlibat dalam proses pembangunan di kawasan perbatasan,” kata Asrul.
Keterlibatan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan, teknologi informasi hingga pengembangan potensi lokal.
Peran pemuda dinilai penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan kondisi masyarakat serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan informasi.
Tidak berhenti pada pemberdayaan secara konvensional, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemanfaatan teknologi melalui inovasi SiNIDPER (Sistem Informasi Daerah Perbatasan) dan SiIMWIPER (Sistem Implementasi Wilayah Perbatasan).
Melalui kedua inovasi tersebut, pemuda dapat dilibatkan dalam penyediaan informasi, dokumentasi kegiatan, penyampaian aspirasi masyarakat serta pemantauan perkembangan pembangunan di kawasan perbatasan.
Keterlibatan generasi muda dalam sistem informasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih aktual, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Dengan demikian, pemuda di kawasan perbatasan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi memiliki posisi sebagai subjek yang ikut menentukan arah dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Asrul mengatakan, pemberdayaan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda perbatasan yang aktif, kreatif, mandiri, inovatif dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.
“Harapannya, pemuda dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan kawasan perbatasan tidak semata-mata bergantung pada pembangunan fisik dan infrastruktur.
Penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pemuda dan masyarakat serta dukungan teknologi informasi, kawasan perbatasan Halmahera Tengah diharapkan mampu berkembang menjadi wilayah yang lebih aktif, inovatif dan memiliki daya saing. (Editor: Rosa)


