Sabtu, 31 Mei 2025. 20:04 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR ID. Ruslan Adam, salah satu perwakilan keluarga besar Kecamatan Weda Tengah dan Kecamatan Weda Utara, angkat bicara terkait isu yang diangkat oleh Nexus3 mengenai kondisi laut di wilayah tersebut. Ia menilai, seharusnya Nexus3 menyampaikan informasi soal laut dengan penuh kehati-hatian, karena berbicara soal laut berarti menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat.
“Seharusnya Nexus3 menyampaikan isi laut itu dengan sangat hati-hati, sebab bicara soal laut itu sangat sensitif,” tegas Ruslan.
Menurutnya, laut bukan hanya ruang ekologi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di pesisir Halmahera Tengah. Ketika muncul informasi mengenai pencemaran atau kerusakan biota laut, maka itu langsung berdampak pada ketenangan warga—baik secara ekonomi maupun psikologis.
Ia menyampaikan bahwa keresahan warga saat ini sangat terasa. Banyak yang mulai mempertanyakan keamanan hasil tangkapan laut, keberlangsungan hidup nelayan, dan dampak jangka panjang bagi generasi ke depan. Informasi yang tidak dijelaskan secara utuh justru menciptakan kegaduhan yang mengganggu stabilitas sosial.
“Keresahan warga hari ini adalah keresahan kami juga, selaku masyarakat. Kami hidup dari laut, kami makan dari laut. Maka ketika laut diisukan rusak, kami yang pertama kali terkena dampaknya, bukan orang lain,” ungkap Ruslan.
Ia pun mengkritik pola penyampaian informasi yang cenderung dibiarkan menggantung. Menurutnya, setelah temuan diumumkan dan dipublikasikan di media, harusnya ada kejelasan arah penyelesaian, bukan dibiarkan menjadi polemik yang melebar tanpa solusi.
“Pada akhirnya, saat ini kegaduhan pun terjadi. Saling menyalahkan satu dengan yang lain mulai muncul. Ini siapa yang bertanggung jawab?” tegas Ruslan. “Jangan biarkan masyarakat terjebak dalam kebingungan karena tidak adanya koordinasi dan kejelasan dari pihak-pihak yang berkepentingan.
”Selain mengingatkan lembaga dan pemerintah, Ruslan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi isu ini.
“Jangan kita telan mentah-mentah setiap informasi yang beredar. Kita harus cari tahu kebenarannya, harus ada klarifikasi, harus ada penjelasan. Jangan sampai masyarakat terpecah hanya karena informasi yang belum tentu jelas asal-usul dan validitasnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Nexus3 harus mengambil langkah lanjutan. Bukan hanya menyampaikan hasil kajian ke publik, tetapi juga mendorong pemerintah daerah agar ada solusi.
“Nexus3 jangan hanya lempar informasi lalu pergi. Harus ada tanggung jawab. Sampaikan ke pemerintah daerah secara resmi agar ada tindak lanjut. Jangan biarkan masyarakat kecil seperti kami menanggung ketidakpastian ini sendirian,” tegasnya.
Narasi ini disampaikan bukan untuk menolak hasil kajian, tetapi untuk menegaskan pentingnya komunikasi yang rasional, transparan, dan bertanggung jawab. Ketika menyangkut laut, maka yang dibicarakan bukan hanya ekosistem, tetapi juga martabat dan keberlangsungan hidup masyarakat yang menggantungkan segalanya pada laut. (Editor: Rosa).




