Kamis, 13 November 2025.19:29 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Aktivitas proyek penimbunan terminal baru di Desa Wedana, Kecamatan Weda, kembali memicu keresahan warga. Kontraktor pelaksana, CV Satu Gaki, diminta segera mengambil tanggung jawab dan membersihkan jalan utama Wedana yang kini berubah bagaikan jalan hauling, dipenuhi debu tebal dan becek saat hujan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, ruas jalan mulai dari depan Taman Kanak-Kanak hingga ke pintu masuk terminal baru setiap hari dilalui kendaraan proyek bermuatan tanah. Akibatnya, jalan yang sebelumnya bersih kini tertutup debu. Ketika panas, udara di sekitar menjadi pengap dan berdebu; ketika hujan turun, lumpur menggenang dan membuat jalan licin.
Kondisi ini kian memprihatinkan karena di sepanjang jalur tersebut terdapat dua sekolah dan satu masjid, yang setiap jam sekolah maupun ibadah bisa menganggu aktivitas anak-anak dan masyarakat. “Debunya luar biasa. Ini jalan sekolah, bukan jalan hauling. Kontraktor harusnya tanggap, siram jalan setiap hari, jangan tunggu warga mengeluh,” ujar Salim, warga Wedana, Kamis (13/11/2025).
Warga menilai, CV Satu Gaki terkesan abai terhadap tanggung jawab sosialnya sebagai pelaksana proyek pemerintah. Pembangunan proyek seharusnya membawa manfaat bagi warga, bukan menciptakan ketidaknyamanan.
“Kalau mengerjakan proyek dan akhirnya membuat jalan depan sekolah seperti tambang, itu namanya tidak profesional. Menjaga kebersihan dan keselamatan lingkungan sekitar itu bagian dari etika kerja,” kata Salim.
Selaku warga mendesak agar pihak kontraktor segera melakukan penyiraman dan pembersihan jalan secara rutin, warga berhak menegur setiap kontraktor agar tidak membiarkan proyek publik mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah.
Karena sejatinya, pembangunan yang baik bukan hanya berdiri di atas fondasi beton, tapi juga di atas rasa nyaman masyarakatnya.
Sampai berita ini terpublikasi Pers Tipikor.id belum dapat mengkonfirmasi pihak pelaksana proyek Cv Satu Gaki. (Editor: Rosa)





