Sabtu, 20 September 2025.20:42 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Semangat falgali (gotong royong) kembali hidup di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah. Sabtu (20/9/2025), masyarakat bersama pemerintah desa, guru, dan siswa kompak melaksanakan kerja bakti serentak di empat desa, yakni Dotte, Kotalo, Messa, dan Yeke, sebagai bagian dari peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Weda Timur, Hafsa Hi Munawar, yang turun langsung di lapangan bersama staf kecamatan.
Di Desa Dotte, guru dan siswa membersihkan sekolah masing-masing, kemudian turun ke jalan raya bergabung bersama masyarakat dan pemerintah desa. Pembersihan juga dilakukan di depan rumah warga hingga ke area kuburan umum.
Di Desa Kotalo, aparat pemerintah desa bersama sebagian masyarakat fokus di Dusun 3 (Messa 2), lalu melanjutkan pembersihan di jalan poros menuju SDN 2 hingga area depan Puskesmas. Warga lainnya tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing.
Di Desa Messa, kerja bakti melibatkan lebih banyak unsur. Pemerintah desa dan masyarakat membersihkan kuburan umum serta jalan raya hingga depan Puskesmas. Siswa dan guru SDN 1 Messa membersihkan sekolah, masjid, dan pelabuhan bersama warga. Puskesmas Messa juga melakukan pembersihan di lingkungan kantor dan jalan poros.
Sementara itu, siswa dan guru SMA Negeri 9 Halteng membersihkan sekolah lalu melanjutkan aksi di Pantai Barahima. Camat Hafsa Hi Munawar bersama staf pun ikut turun langsung bergabung di lokasi ini.
Di Desa Yeke, guru dan siswa melakukan pembersihan lingkungan sekolah, sedangkan masyarakat menjaga kebersihan di depan rumah masing-masing.
Camat Weda Timur, Hafsa Hi Munawar, memberikan apresiasi atas kekompakan semua pihak. “Budaya falgali harus terus kita hidupkan. Kerja bakti serentak ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi wujud kebersamaan untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, sekaligus menyukseskan peringatan World Cleanup Day 2025,” tegasnya.
Dengan kerja bakti serentak ini, Weda Timur tidak hanya ikut serta dalam peringatan World Cleanup Day 2025, tetapi juga menegaskan bahwa budaya falgali tetap hidup sebagai identitas dan kekuatan kebersamaan masyarakat Halteng.
(Editor: Rosa).

