Home / Daerah / Nasional / Regional

Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:47 WIB

Arisan Online Istri Polisi di Weda Bermasalah, Kapolda Malut: Saya Sudah Larang Sejak Awal.

Selasa, 12 Agustus 2025.16:45 WIT.

HAL-TENG – PERS TIPIKOR.ID – Seorang perempuan berinisial NL, warga Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, mengaku menjadi korban dugaan penipuan arisan daring yang dikelola oleh seorang ibu Bhayangkari bernama Asriyanti. Arisan ini mulai berjalan sejak 7 Februari 2025 dan dipromosikan melalui akun Facebook Asriyanti Shoop.

NL menyebut bergabung secara sukarela setelah tertarik melihat unggahan promosi di media sosial.

“Saya ikut sejak 7 Februari, tidak ada yang mengajak. Saya lihat di Facebook dan tertarik,” ujarnya kepada media ini, Sabtu (9/8).

Arisan tersebut diikuti 12 peserta dengan iuran Rp1 juta per bulan. Pemenang ditentukan melalui undian digital menggunakan aplikasi Lucky Wheel. NL mengaku telah menyetor enam kali dengan total Rp6 juta. Namun, setelah namanya keluar sebagai pemenang pada 8 Juni 2025, uang yang dijanjikan tak kunjung cair.

“Saya sudah menang undian, tapi uangnya tidak dikirim. Saat dihubungi, alasannya karena sakit atau ada kendala. Sampai sekarang belum ada kepastian,” kata NL.

Setoran terakhir dilakukan NL pada 28 Juni 2025. Ia mengaku menyimpan bukti percakapan di inbox Facebook dan bukti transfer bank. Hingga kini, ia belum melaporkan kasus ini ke pihak berwajib karena mempertimbangkan status Asriyanti sebagai istri anggota kepolisian di Polres Halmahera Tengah.

“Saya masih menimbang-nimbang. Tapi kalau tidak ada niat baik, saya akan lapor dan kawal sampai selesai,” tegasnya.

Menurut NL, Asriyanti sempat berjanji akan membayar sebelum 3 Agustus 2025, namun hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan.

Terpisah, pada Sabtu (9/8) pukul 20.45 WIT, suami Asriyanti saat dikonfirmasi Pers Tipikor.id menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pihak NL.

“Kebetulan NL adalah istri dari Pak Abi, jadi saya sudah komunikasi langsung. Kami tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan karena ini persoalan internal ibu-ibu arisan. Mungkin ada kendala di bulan Juli kemarin karena istri saya sakit. Insya Allah, Senin nanti akan ada pembicaraan secara internal dengan ibu-ibu arisan langsung,” jelasnya.

READ  Digulung di Lelilef, 560 Botol Miras Cap Tikus Dimusnahkan Kodim 1512/Weda.

Konfirmasi terpisah, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Drs. Waris Agono, M.Si., Selasa (12/8/2025) pukul 15.52 WIT, menegaskan bahwa dirinya sebagai Pembina Bhayangkari telah melarang keras jajaran keluarga besar Polda Malut mengadakan arisan dalam bentuk apa pun—baik sebagai penyelenggara maupun peserta—di dalam maupun luar asrama.

“Karena pada akhirnya, arisan ini akan berdampak pada nama baik kesatuan. Apalagi jika timbul masalah seperti ini,” tegas Kapolda. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

KETUA KSPSI PROVINSI MALUKU UTARA SEBUT, TERKESAN ADANYA PEMECATAN SEPIHAK.

Daerah

Pemda Halmahera Tengah Perlu Kolaborasi Dorong Perluasan Areal Pelabuhan Weda.

Daerah

Satu Bulan Tanpa Progres, Pekerjaan RLH di Patani Utara Dipertanyakan.

Daerah

Tiga Orang Pegawai Dinas Perhubungan Bakal di Periksa.

Daerah

Di Tengah Geliat Tambang, HNSI Dorong Perikanan Jadi Masa Depan Ekonomi Halmahera Tengah.

Daerah

Janji Proyek Pokir Berujung Tagihan Rp5 Juta, Risman: “Saya Cuma Ingin Uang Saya Kembali”.

Daerah

Aset Pemda Kota Weda Disalahgunakan, DPRD Diminta Segera Selamatkan Kekayaan Daerah”.

Daerah

KKF Jabodetabek Mengajak Tumbuhkan Nilai-Nilai Kebersamaan.

You cannot copy content of this page