Kamis, 20 Maret 2025.16 :25 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID. – Aliansi Peduli Pemberantasan Korupsi (APPK) Maluku Utara akan menggelar aksi unjuk rasa pada 24 Maret 2025 dengan titik kumpul depan Kampus Universitas Khairun (Unhair) Akehuda, Ternate. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada Kapolda Maluku Utara dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Halmahera Tengah terkait dugaan konspirasi hilangnya uang daerah.
Dalam pernyataan resminya, Tusri karim S. SOS selaku ketua Aliansi APPK Malut menyoroti adanya indikasi kehilangan dana publik yang terjadi di mobil operasional Bagian Umum Setda Halmahera Tengah. Dugaan ini memicu keresahan, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Kami mendesak Kapolda Maluku Utara dan Dirkrimsus untuk segera bertindak. Kasus ini tidak bisa dibiarkan tanpa penyelidikan yang jelas dan transparan,” tegas Tusri karim S. SOS
Kami meminta Kapolda melalui bagian Ditreskrimus Polda Maluku Utara segera memanggil dan memeriksa Kabag Umum dan sejumlah pihak. Sebab kami melihat lamban dan tidak jelasnya pengungkapan kasus oleh pihak Polres Halmahera Tengah, membuat kami tidak lagi percaya dengan kinerja pihak Polres Halteng.
Dan apabila ada indikasi konspirasi yang merugikan keuangan daerah, maka kami meminta Bupati Ir Ikram M Sangaji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil segera mencopot Kabag Umum, jelas Tusri karim S. SOS.
Lebih lanjut, APK Malut berharap agar kasus ini harus diusut secara tuntas hingga tidak menjadi preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan di Halmahera Tengah.
Aksi yang direncanakan ini diharapkan dapat menjadi bentuk tekanan moral bagi aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah konkret. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal kasus ini demi keadilan dan transparansi dalam pengelolaan uang daerah,” pungkas Tusri Karim.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. Namun, desakan dari aktivis antikorupsi akan tetapi terus mengawal agar kasus ini segera mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. (Rosa).



