Home / Daerah / Nasional / Regional

Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:10 WIB

Aktivis Pesisir Halmahera Tegaskan Penolakan: “Benteng Terakhir Kami di Weda Utara Jangan Dirusak”.

Selasa, 12 Agustus 2025.14:57 WIT.

HAL-TENG – PERS TIPIKOR.ID – Rencana investasi pengolahan batu gamping menjadi klinker oleh PT. Gamping Mining Indonesia di Kecamatan Weda Utara menuai penolakan keras dari warga Sagea. Salah satunya datang dari Rifya Rusdi, pendiri Sekolah Perempuan Pesisir Halmahera, yang menilai langkah pemerintah dalam menggelar sosialisasi rencana tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Langkah yang diambil pemerintah ini tidak bisa dibenarkan. Seharusnya yang diundang adalah masyarakat se-Kecamatan Weda Utara, bukan hanya pemerintahan desa dan beberapa orang saja, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang,” tegas Rifya, melalui pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi. Selasa (12/8).

Menurutnya, dampak proyek ini bukan hanya dirasakan pemerintah desa, tetapi seluruh masyarakat di Weda Utara. Ia menyoroti potensi pencemaran lingkungan, termasuk kerusakan Sungai Sagea yang selama ini belum mampu ditangani pemerintah.

“Sungai Sagea saja yang keruh tidak mampu diatasi dan dituntaskan, malah pemerintah mencari masalah baru. Gamping ini membutuhkan banyak air, dan air yang nanti dipakai pasti dari aliran Sungai Sagea dan sungai-sungai kecil di wilayah konsesi mereka,” ujarnya.

Rifya menambahkan, pencemaran air tidak hanya mengancam sumber kehidupan warga yang menggantungkan hidup dari Sungai Sagea, tetapi juga kebun-kebun warga. Ia mengingatkan bahwa lokasi konsesi perusahaan berada dekat dengan destinasi wisata Goa Bokimoruru, kawasan karst yang menjadi benteng terakhir ekosistem setempat.

“Beberapa tahun lalu, kami pernah melihat plang batas wilayah gamping. Saat itu kami masyarakat sudah menolak PT. Gamping merusak benteng terakhir kami,” jelasnya.

Lebih jauh, Rifya menuding pemerintah mengabaikan persoalan lingkungan yang sudah ada, seperti polusi udara, pencemaran sungai, masalah kesehatan, dan pengelolaan sampah, namun justru menambah beban dengan proyek baru.

READ  Zulandri Polanunu Persembahkan Juara 1 Road Race Nusa Apono Ambon Jelang HUT RI.

“Pemerintah hanya mau ambil senangnya, kami masyarakat yang susah. Pokoknya kami menolak PT. Gamping masuk ke wilayah kami,” tegasnya.

Tagar #TolakPTGamping kini mulai digaungkan sebagai bentuk penegasan sikap terhadap proyek tersebut.

(Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Klarifikasi Bendahara Desa: Hanya 20 Persen Kegiatan Sesuai APBDes, Sisanya Tidak Ada.

Daerah

Waka Polres Halteng Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Kie Raha 2024.

Daerah

Infrastruktur Mangkrak Didepan Mata,”Mata APH Entah Kemana”.

Daerah

Pembukaan Kegiatan Pengimbasan Matematika Gasing Tahun 2024, Dikecamatan Weda Tengah.

Daerah

DPRD Dan Pj Bupati Jangan Diam, “Segara Panggil Kontraktor Proyek Jalan Lapen Desa Gemia Yang Tak Tuntas”.

Daerah

Kick Off Jalan Alternatif Fagogoru Resmi Digelar di Desa Lukulamo.

Daerah

Bermodus Surat Jual Beli, “Tanah Warga Diserobot”.

Daerah

“Ketua FPTI Malut Apresiasi Hari Bakti PUPR: Infrastruktur Kuat, Daerah Maju”.

You cannot copy content of this page