Home / Daerah / Nasional / Regional

Kamis, 24 Juli 2025 - 11:56 WIB

Darah Fagogoru Mengalir di Balik Toga: Abang Imo Resmi Jadi Penjaga Keadilan.

Kamis, 24 Juli 2025. 12:46 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID –Langit Sofifi tampak bersahabat saat satu langkah baru diukir oleh salah satu putra terbaik Tanah Fagogoru. Kamis (24/7), di ruang sidang megah Pengadilan Tinggi Maluku Utara, Abd Rahim Odeyani, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abang Imo, resmi mengikuti prosesi Pengambilan Sumpah/Janji sebagai Advokat.

Suasana berlangsung khidmat. Barisan toga hitam dan wajah penuh tekad mencerminkan semangat generasi yang siap mengabdikan diri di jalur hukum. Di tengah barisan itu, nama Abang Imo menjadi bagian dari sejarah baru—sebuah langkah berani dalam jejak pengabdian kepada negeri, yang lahir bukan dari ambisi, melainkan dari panggilan nilai dan warisan leluhur.

Sebagai anak negeri yang tumbuh dalam naungan falsafah Fagogoru, pelantikan ini tidak semata soal profesi. Ia adalah bagian dari perjalanan nilai. Fagogoru yang mengajarkan keberanian (ngaku re rasai), kejujuran, kesetiaan pada adat (meymoi re mataket), serta pengabdian sosial, hari ini hidup dalam wujud nyata: seorang advokat  yang siap berdiri di antara persoalan rakyat dan kepentingan keadilan.

Toga hitam yang kini melekat di tubuhnya bukan sekadar simbol. Ia adalah mantel tanggung jawab. Di baliknya, mengalir darah para pendahulu yang dahulu berjuang dengan sumpah adat—kini dilanjutkan dalam bentuk berbeda: pena hukum, logika undang-undang, dan suara keberpihakan.

Gelar advokat yang disandang Abang Imo adalah awal dari babak baru. Bagi sebagian orang, menjadi advokat adalah pilihan karier. Namun bagi Abang Imo, ini adalah bagian dari jalan pulang—menjawab panggilan untuk berdiri bagi kebenaran dan menolak diam di hadapan ketidakadilan.

Bagi masyarakat Halmahera Tengah, nama Abang Imo bukan asing. Ia tumbuh dalam semangat kolektif yang dibentuk oleh nilai lokal, pendidikan, serta tempaan zaman. Sosoknya dikenal membumi, namun memiliki visi tajam terhadap masa depan daerah. Kini, saat dirinya resmi diakui sebagai bagian dari korps penegak hukum, satu harapan baru pun lahir: hadirnya advokat yang tidak hanya memahami undang-undang, tapi juga menghayati nilai-nilai adat, spiritualitas Timur, dan keberpihakan pada yang kerap tersisih dalam proses hukum.

READ  “Bukti Kwitansi Mengungkap Jalur Pencairan Kontroversial: Siapa Otak di Baliknya? Publik Menanti Jawaban”.

Langkah ini menegaskan bahwa generasi Fagogoru tidak sekadar menjaga budaya dalam narasi, tetapi menghidupkannya dalam profesi, dalam tindakan, dan dalam keberanian mengambil posisi di tengah tantangan zaman. Di ruang sidang itu, suara leluhur seolah kembali bergema, menyaksikan satu lagi anak negeri berdiri dengan tegap, membawa nama baik keluarga, kampung halaman, dan Tanah Fagogoru.

Di sela-sela prosesi, Acip, salah satu anak muda Halmahera Tengah sekaligus menyampaikan haru dan harapannya: “Ini bukan sekadar pelantikan, ini simbol bahwa anak negeri bisa berdiri sejajar dalam arena hukum nasional tanpa harus meninggalkan nilai-nilai Fagogoru. Abang Imo bukan hanya mewakili keluarga, tapi seluruh masyarakat yang rindu keadilan dan etika,” ungkap Acip.

Dengan sumpah yang terucap, sejarah pun mencatat: seorang anak negeri telah berjanji untuk setia pada hukum, dan tidak berpaling dari nurani. Kini, perjuangan itu telah menemukan jalurnya—dan dengan Toga itu telah resmi berdiri di medan keadilan. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kebun PKK Moreala Diapresiasi, Pemdes Diminta Hentikan Ketergantungan Lahan Warga.

Daerah

Proyek TA 2023 Tak Selesai Dana Ditarik 100%, Diduga Terjadi Persekongkolan dan Pemalsuan Dokumen.

Daerah

Berkunjung ke PT IWIP dan PT METADPRD Halteng Bahas Isu Kecelakaan Kerja dan Perekrutan Tenaga Lokal

Daerah

Layanan Kapal Dihentikan, Warga Gebe dan Patani Desak Dishub Halmahera Tengah Segera Bertindak.

Daerah

Kegiatan OSN-O2SN, Halmahera Tengah Berakhir.

Daerah

Deforestasi Disinyalir Mengancam Objek Wisata Boki Maruru Dan Aliran Sungai Sagea.

Daerah

Bongkar Dugaan Kecurangan Terstruktur Pilkades Fritu: Plano 801 Suara, Hasil Akhir Mendadak Jadi 809.

Daerah

9 Orang Terperiksa, Dugaan Korupsi Belanja Obat Covid-19,Kejari Halteng Diduga Kurang Gas.

You cannot copy content of this page