Rabu, 9 Juli 2025 pukul 21.12 WIT,
HALTENG, PERS TIPIKOR.ID —Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Tengah menggelar rapat internal perdana bersama seluruh jajaran staf. Rapat yang digelar di aula kantor dinas ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muksin Ibrahim, didampingi oleh Sekretaris Dinas, Daut Arif, serta para kepala bidang, yakni Kabid Dikdas Zunaedi Gaeilea, Kabid GTK Ridwan Samsudin, dan Kabid Kebudayaan Hajijah Ahmad.

Pertemuan ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut hasil rapat lintas sektor di Kecamatan Weda Selatan, yang sebelumnya membahas berbagai persoalan pendidikan di tingkat satuan pendidikan serta koordinasi antar pihak terkait.

Dalam arahannya, Muksin menegaskan pentingnya sikap serius dan tanggap dari seluruh jajaran dinas dalam merespons kebutuhan serta keluhan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. “Kita adalah pelayan. Kepala sekolah datang bukan membawa beban, tapi membawa tanggung jawab yang harus kita bantu selesaikan,” ujar Muksin.

Ia menyoroti berbagai persoalan nyata di lapangan, seperti bantuan seragam siswa — mulai dari seragam sekolah, olahraga, hingga seragam batik — yang menurutnya harus ditangani dengan baik dan adil.
Muksin juga menekankan pentingnya pendataan jumlah guru secara akurat, baik kelebihan maupun kekurangan guru di masing-masing sekolah. Langkah ini dinilai penting agar dinas memiliki peta kebutuhan yang jelas dan dapat mendistribusikan guru secara merata.
“Kalau ada sekolah yang kelebihan guru sementara di tempat lain kekurangan, maka ada yang salah dalam sistem kita. Ini harus dibenahi,” tegasnya.
Kepada seluruh staf dinas, Muksin mengingatkan agar tidak mengabaikan laporan dan permintaan kepala sekolah. Ia meminta agar setiap aduan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional, karena itu adalah bagian dari tanggung jawab institusional dalam melayani dunia pendidikan.
“Jangan tunggu kepala sekolah marah atau datang berkali-kali baru kita bergerak. Kita harus hadir lebih dulu, bahkan sebelum mereka mengeluh,” ujarnya.
Ketika hasil rapat lintas sektor diterjemahkan ke dalam tindakan nyata di internal dinas, maka pelayanan pendidikan bukan lagi sebatas agenda, melainkan komitmen kerja bersama demi masa depan anak-anak Halmahera Tengah. (Editor: Rosa).

