Senin, 2 Juni 2025. 21:27 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID – Di tengah meningkatnya perbincangan soal isu pencemaran lingkungan, tokoh adat dan perwakilan generasi muda Halmahera Tengah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar. Mereka mengingatkan pentingnya sikap kritis namun tetap rasional dalam menyikapi situasi ini.
Tokoh adat Kota Weda, Zulkifli Peley, menyampaikan bahwa masyarakat saat ini berada dalam kondisi yang cukup sensitif. Menurutnya, ketenangan sosial perlu dijaga, sembari terus mendorong upaya pengawasan lingkungan yang objektif dan terbuka.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Tapi kita juga harus dewasa dan bijak menyikapi informasi yang berkembang. Jangan sampai kita diadu domba oleh isu yang membuat kita resah, selain itu data resmi DLH menunjukkan kondisi yang masih dalam batas aman,” tegas Zulkifli.
Ia menekankan bahwa keseimbangan antara kepedulian lingkungan dan ketentraman masyarakat adalah hal yang mutlak dijaga.
“Kita butuh keseimbangan antara kepedulian lingkungan dan rasa aman masyarakat. Jika ada data baru, silakan diuji bersama secara terbuka. Tapi jangan rusak ketenteraman warga. Kita juga tidak alergi terhadap informasi dari lembaga seperti Nexus3, justru kita terbuka. Namun penyampaiannya harus arif agar tidak membuat masyarakat panik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rusli Ishak, perwakilan generasi muda Halmahera Tengah, juga menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menyikapi informasi lingkungan secara objektif dan kolektif. Ia mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam memperkuat pengawasan serta membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas.
“Kami mengajak semua elemen – tokoh agama, pemuda, perempuan, akademisi – mari bersama mengkaji setiap informasi dengan baik. Kita juga tidak boleh mengabaikan penjelasan Kadis DLH, karena secara utuh, beliau menunjukkan kepedulian sebagai seorang ibu terhadap keselamatan anak-anaknya. Karenanya, mari bersikap bijak dalam menyerap informasi,” ujarnya.
Rusli menambahkan bahwa mereka tidak menolak atau mengabaikan hasil penelitian dari Nexus3 Foundation, namun mengharapkan agar informasi tersebut disampaikan secara hati-hati dan proporsional.
“Kami juga tidak mengabaikan hasil riset dari Nexus3. Justru kami hargai, kami berterima kasih karena itu menunjukkan adanya kepedulian. Tapi yang kami harapkan, sampaikanlah ini secara bijak agar masyarakat Halmahera Tengah tidak dibuat resah,” harap Rusli.
Sebagai catatan, persoalan isu ini bukan baru. Tetapi telah ada beberapa rilisan berita sebelumnya yang turut mengangkat persoalan ini: pertama kali pada 6 Juli 2022, kemudian disusul pada 7 September 2023 dan 15 November 2023, serta berlanjut pada 5 Januari 2024 dan 15 Februari 2025. Rangkaian pemberitaan ini sudah sejak lama, ungkap Rusli.”
Jaga Halteng bukan hanya dengan adu argumen di media sosial, tapi juga dengan sikap yang bijak. Peduli itu penting, tetapi menjaga rasa aman bersama seluruh masyarakat adalah keharusan.” (Editor: Rosa)

