Kamis, 8 Mei 2025. 15:48 WIT.
HAL-TENG PERS | TIPIKOR.ID — Jagat media sosial Halmahera Tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan kekerasan oleh oknum anggota polisi lalu lintas terhadap seorang pengendara sepeda motor. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Andi Cab di grup jual beli Lelilef–Gemaf.

Dalam rekaman berdurasi singkat itu, tampak seorang polisi berseragam satuan lalu lintas mencabut paksa kunci motor seorang warga. Tak lama kemudian, muncul anggota polisi lainnya yang secara tiba-tiba menendang pengendara tersebut, lalu menampar bagian kepalanya di hadapan masyarakat.

Aksi itu sontak memicu gelombang kecaman dari warganet. Akun Aslan Samsul menulis, “Lapor pa dia, lapor-lapor, ayo kasih viral. Jangan mentang-mentang polisi baru, bikin orang kayak begitu.”Akun Mirna Laralatu juga berkomentar, “Polisi model apa kong bagitu. Bt sudara konk polisi tendang dia bagitu, bt tuntut polisi itu.”Sementara akun Andi Hadi menekankan, “Polisi itu pengayom masyarakat, bukan seenaknya main tampar. Sekalipun pria itu salah, polisi harus sabar.

”Reaksi juga datang dari Canox Tdre yang menandai Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, dalam komentarnya: “Tolong diperjelas ini anggota kepolisian dari mana. Nanti warga bapak dan para pendatang jadi merasa tidak nyaman dan terancam. Ini tindak pidana, ni.
”Menanggapi video viral tersebut, Kapolres Halmahera Tengah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh Pers Tipikor.id menyatakan, “Yaa, seharusnya tidak seperti itu, tetap humanis.
”Saat ditanya langkah konkret yang akan diambil atas tindakan oknum dalam video, Kapolres menjawab singkat, “Saya tindak.
”Video ini menjadi sorotan publik dan memunculkan tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak profesional serta menjunjung tinggi etika dalam menjalankan tugas. (Editor: Rosa).




