Sabtu, 3 Mei 2025. 20:56 WIT.
HAL-TENG | PERS TIPIKOR ID – Aktivitas bongkar muat kontainer di Pelabuhan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, terganggu akibat konflik legalitas antara dua kelompok Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Situasi ini menyebabkan PT Tanto Intim Line mengalami kerugian akibat tertahannya distribusi kontainer.

Berdasarkan pantauan Pers Tipikor.id pada 3 Mei 2025, suasana di area pelabuhan sempat memanas sejak pagi hari. Kedua kelompok TKBM—Chulayevo dan Yefi Berkarya Mandiri—masing-masing bersikukuh mempertahankan klaim legalitasnya. Kontainer-kontainer masih berada di atas kapal tanpa aktivitas bongkar muat.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa jadwal bongkar muat seharusnya dimulai sejak 2 Mei 2025. Namun, proses tersebut tertunda akibat tarik menarik antara dua kelompok TKBM yang sama-sama mengaku sebagai pihak resmi.

Sekitar pukul 13.00 WIT, koperasi TKBM Yefi Berkarya Mandiri akhirnya mulai melakukan pembongkaran kontainer dengan pengawasan aparat kepolisian.

Pihak Polres Halmahera Tengah melalui Kasat Reskrim IPTU Bondan Manikotomo bersama sejumlah anggota hadir di lokasi untuk memediasi kedua belah pihak. Kehadiran aparat menjadi kunci agar aktivitas logistik tetap berjalan tanpa gesekan lebih lanjut.
Meski proses bongkar muat akhirnya terlaksana, polemik legalitas dua kelompok TKBM belum menemui titik terang.
Direktur PT Tanto Intim Line, Stiv, mengesalkan situasi ini. Ia menilai perusahaannya menjadi korban tarik menarik kepentingan yang tidak berkaitan dengan aktivitas logistik.
“Jangan karena kepentingan pribadi atau tekanan dari pihak tertentu, kami yang justru harus menanggung kerugian,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Stiv menjelaskan bahwa kontainer yang tertahan mengangkut berbagai barang kebutuhan. Jika distribusinya terlambat, dampaknya akan dirasakan pelaku usaha dan masyarakat secara luas.(Editor: Rosa)



