Sabtu, 11 Januari 2024. 22:27 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR ID
Terungkap dua orang oknum Kepala Desa di Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah, meminta uang hingga puluhan juta rupiah ke salah satu perusahaan tambang.
Permintaan bantuan dana tersebut disertai dengan selembar surat yang ditujukan kepada pimpinan/manager PT Bhakti Pertiwi Nusantara (BPN) di Site Sepo.
Kemudian bunyi isi dalam surat yaitu, dalam rangka menghadiri Bupati terpilih periode 2025- 2030 Kabupaten Halmahera Tengah di Jakarta. Maka dengan ini kami atas nama Kepala Desa Waleh dan Kepala Desa Fritu bermohon partisipasi baik Bapak/Ibu sebagai pimpinan perusahaan berupa dana perjalanan ke dua Kepala Desa sebesar Dua Puluh Juta Rupiah (20.000.000).
Adapun kegiatan dimaksud akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal, Senin 13 Januari 2025. Tempat Jakarta.
Fritu 08 Januari 2025, dengan mengetahui Kades Waleh Anhar Safar dan Kades Fritu Jhon Alvons Rahman.
Amat sumber Pers Tipikor.id menyayangkan tindakan dua oknum kepala desa yang meminta bantuan kepada perusahaan di wilayah tersebut hanya karena kepentingan pribadi.
Menurutnya walaupun mereka adalah pimpinan Desa, tapi meminta bantuan demi kepentingan pribadi yang disertai dengan surat dengan kapasitas selaku Kepala Desa, bagi kami tindakan seperti ini sangat bertentangan, bisa juga kami sebut dugaan pungli demi kepentingan diri sendiri, jelasnya.
Katanya, memangnya Bupati terpilih yang belum di lantik punya hubungan apa dengan pemerintahan desa saat ini, apa sich yang menjadi dasar hubungan kedua oknum kades dengan Bupati terpilih, kan Bupati terpilih saat ini belum resmi dilantik, ulasnya.
Dengan adanya bukti surat tersebut, kami menduga jelang sidang pendahuluan atas gugatan Pilkada Halmahera Tengah pada 13 Januari di MK, para Kades mulai menuju Jakarta, ungkap Amat.
Kepala Desa Waleh Anhar Safar ketika di konfirmasi dalam rangka kegiatan apa pada tanggal 13 Januari 2025 di Jakarta, sampai dengan berita ini terpublikasi Kades Waleh enggan berkomentar. (Rosa).

