Home / Daerah / Nasional / Regional

Jumat, 6 Desember 2024 - 23:08 WIB

Polemik Pengelolaan Dana Desa Sidanga: Warga Pertanyakan Transparansi Pj Kades.

Sabtu, 07 Desember 2024. 00:04 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Desa Sidanga, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali menjadi sorotan terkait pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2024. Foto Pj Kepala Desa (Kades) Sidanga, Jemy Saure, yang terlihat memegang ponsel di hadapan tumpukan uang senilai sekitar Rp 1 miliar, beredar luas di media sosial, memicu keresahan warga.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pengelolaan anggaran desa. “Benar, Pj Kades patut dicurigai dalam merealisasikan anggaran karena kurang transparan. Takutnya ada penyelewengan anggaran,” ujar sumber tersebut.

Warga juga menyatakan bahwa hingga kini, aktivitas desa seperti kerja bakti tidak lagi dilaksanakan. Mereka mengaku tidak mendapat penjelasan yang jelas terkait penggunaan dana tersebut. “Sampai sekarang tidak ada penjelasan ke masyarakat. Bahkan, untuk anggaran PAUD saja belum diberikan,” tambahnya.

Proyek Desa Tak Kunjung Dilaksanakan

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidanga yang dihubungi secara terpisah pada 6 Desember 2024, mengungkapkan bahwa pencairan tahap dua DD pada bulan September lalu belum menunjukkan progres yang signifikan. “Tahap satu memang untuk pemberdayaan, seperti pengadaan fiber 3 unit, pukat 10 unit, mesin parut 5 unit, dan solar sel 5 unit. Tapi, untuk tahap dua yang seharusnya mencakup penimbunan dan pembangunan perumahan 4 unit, belum ada pelaksanaannya,” jelas anggota BPD tersebut.

Menurutnya, Pj Kades dan bendahara desa masih berada di luar daerah, sementara masyarakat terus menanti kejelasan.

Upaya Konfirmasi yang Tidak Membawa Hasil

Pers Tipikor.id mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Pj Kades Jemy Saure. Pada 3 November 2024, saat dimintai keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2023, Jemy hanya menjawab melalui pesan WhatsApp, “Nanti pulang ibadah baru baku telepon atau baku dapa.”

Upaya lanjutan dilakukan pada 13 November dan 5 Desember 2024. Namun, Pj Kades kembali hanya menjawab, “Nanti abis kegiatan baru saya konfirmasi,” tanpa memberikan informasi detail. Bahkan, saat ditunjukkan foto uang tunai yang beredar, Jemy Saure tetap tidak memberikan penjelasan terkait sumber dan penggunaan dana tersebut.

READ  Bukti Nyata Tak Tuntas, Proyek Air Bersih Harus Diusut.

Warga Menuntut Transparansi

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Pj Kades Sidanga mengenai progres pencairan anggaran tahap kedua maupun realisasi APBDesa tahun 2023. Warga berharap pemerintah kabupaten turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini dan memastikan penggunaan anggaran desa sesuai dengan peruntukannya.

Ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana desa ini tidak hanya menimbulkan keresahan masyarakat, tetapi juga mengancam kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa. Warga berharap segera ada langkah tegas untuk menjawab semua pertanyaan yang telah lama menggantung. (Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Banjir dan Kerusakan Ekologi di Halteng: Warga Soroti Janji Normalisasi Sungai Kobe.

Daerah

Pasar Murah Ramai Dikritisi Sejumlah Akun Facebook. Operasi Pasar Murah Dinilai Tidak Efektif Tekan Inflasi.

Daerah

Luapan Air Sungai Sagea Merendam Sejumlah Kos-kosan.

Daerah

Pj Bupati Resmi Membuka Bimtek SIPD-RI di Jakarta

Daerah

Inovasi Dinas Ketahanan Pangan Halmahera Tengah Hadirkan Kios Pengendali Inflasi.

Daerah

Masuk Anak Perusahaan BUMD, PT WAS Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Limbah Tambang.

Daerah

Salah Satu Program Prioritas Mantan Bupati Dan Wakil Bupati,Dua Mantan Kadis Diperiksa Dengan Dugaan Tipikor.

Daerah

Halmahera Tengah Tembus Tiga Besar Nasional, Raih Apresiasi Penurunan Kemiskinan dan Stunting dari Kemendagri.

You cannot copy content of this page