Selasa, 9 Mei 2023. 13:48 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR-ID.
Kabar cukup mengejutkan datang dari DPD Partai Nasden Halmahera Tengah yang lagi viral dibeberapa media baik itu media cetak dan media online. Tiada angin tiada hujan, salah satu anggota DPRD dari Partai Nasdem, Arifin Samad didepak dari Bacaleg tahun 2024.
Terkait dengan adanya pendepakan sebagai Bacaleg sosok muda yang kesehariannya berprofesi anggota DPRD aktif dari Partai Nasdem mengungkapkan lewat pesan WhatsAppnya kepada Pers Tipikor-id (9/5) pukul 12:56 WIT.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh DPD Nasdem Halmahera Tengah adalah sebuah alasan yang tidak terlalu mendasar terkait dengan tidak terakomodir diri saya sebagai Bacaleg Partai Nasdem, tegasnya.
Lanjutnya, ada hal mendasar sebenarnya yang membuat saya tidak diakomodir dan atau tidak dicalonkan, ujarnya.
Pasalnya, disaat rapat koordinasi dan konsultasi DPRD Halmatera Tengah dengan Penjabat Bupati Ir. Ikram Malan Sangadji terkait dengan 5 program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat, “secara terbuka saya selaku Wakil Rakyat
menyampaikan sikap memberikan dukungan kepada Penjabat Bupati untuk menuntaskan 5 program prioritas yang diamanatkan oleh pemerintah pusat demi rakyat dan daerah, artinya saya mendukung mendukung untuk kepentingan rakyat”, jelasnya.
Sejak itulah DPD Partai Nasdem Halmahera Tengah mengusulkan Surat Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap diri saya untuk disampaikan ke DPW dan DPP partai, namun yang terjadi surat tersebut tidak digubris oleh DPW maupun DPP, oleh karena itu pada saat pleno penetapan bakal calon legislatif di internal DPD partai Nasdem Halmahera Tengah saya tidak akomodir lagi, ungkapnya.
Kata ia, “setidaknya DPD Nasdem Halmahera Tengah lebih objektif dalam menilai dan memutuskan sesuatu, tidak boleh langsung menjust orang bersalah”, harapnya.
“Olehnya itu, setelah saya menerima surat keputusan DPD Nasdem Halmahera Tengah, bahwa saya tidak dicalonkan lagi, saya tetap komitmen dan tidak gentar untuk maju dan berjuang demi kepentingan daerah ini, biarlah rakyat dan yang menilai”. tutupnya. (Rosa).
