Home / Daerah / Investigasi / Nasional / Regional

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:03 WIB

Nama Camat Mencuat dalam Polemik Pilkades Fritu.

Jum’at, 22 Mei 2026.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Polemik dugaan kejanggalan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, terus bergulir. Setelah dilakukan wawancara oleh Pers Tipikor.id bersama kabarhalmahera.com⁠� pada Kamis (21/5/2026), muncul pengakuan internal panitia yang menyeret penyebutan nama camat dalam pembahasan berita acara hasil pemungutan suara.

Saat wawancara berlangsung, salah satu anggota panitia sempat menyampaikan bahwa berita acara nantinya dibuat di kecamatan, sebagaimana disebutkan merupakan arahan dari camat.

Pernyataan itu langsung dibantah oleh Sekretaris Panitia Pilkades Fritu, Frans Bafa.

“Tidak bisa. Berita acara itu kewajiban panitia, karena yang bertanda tangan itu Sekretaris Panitia dan Ketua Panitia,” tegas Frans.

Salah satu anggota panitia lainnya juga menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh ditutup-tutupi.

“Ini tidak boleh ditutup-tutupi, sekalipun dia camat atau siapa pun,” ungkapnya

Ketika ditanya apakah panitia mengetahui siapa yang telah mengisi berita acara, khususnya terkait angka-angka hasil perolehan suara yang kini dipersoalkan, Frans mengaku tidak mengetahuinya.

“Tidak tahu, jelas tidak tahu,” ujarnya.

Frans menegaskan bahwa sebagai sekretaris panitia, dirinya memiliki tanggung jawab penuh terhadap administrasi resmi Pilkades.

“Entah ketua tahu atau tidak, tetapi kalau saya sebagai sekretaris panitia, saya punya tanggung jawab penuh harus kerja barang-barang itu,” katanya.

Saat ditanya bagian mana saja yang ia isi dalam berita acara, Frans menjelaskan dirinya hanya mengisi bagian administratif mengenai waktu pelaksanaan pencoblosan.

“Saya hanya isi berita acara yang menerangkan waktu pencoblosan, jam mulai berapa, berakhir jam berapa,” jelasnya.

Ketika didesak soal angka-angka hasil suara yang tertulis dalam berita acara rekapitulasi, Frans kembali membantah pernah menulis atau mengisinya.

READ  Perintah Kapolda Tak Digubris, Truk Galian C Bebas Suplai Proyek Break Water Weda.

“Angka-angka di berita acara itu saya tidak isi atau tulis,” tegasnya.

Pengakuan tersebut disampaikan Frans didampingi dua anggota panitia lainnya, yakni Matius Padene dan Bernat Cino.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Camat Weda Utara membantah pernah menyampaikan bahwa berita acara hasil rekapitulasi dibuat di kecamatan.

Menurut Camat, pengisian berita acara hasil rekapitulasi merupakan kewenangan panitia desa dan ditandatangani oleh Ketua Panitia serta Sekretaris Panitia.

“Untuk pengisian berita acara hasil rekapitulasi itu Ketua Panitia yang buat Sekretaris menandatangani. Karena itu tidak benar jika ada ungkapan bahwa saya mengatakan berita acara nanti dibuat di kecamatan,” jelas Camat. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Penjabat Bupati Bersama Ketua DPRD Serta OPD Gelar Senam Sehat dan Tanam Pohon.

Daerah

Menyoal Polemik Pengunduran Diri Penjabat Bupati Ir. Ikram Malan Sangadji.

Daerah

Gifari dan Gibran Si Kembar Asal Halteng Resmi Yudisium dan Menerima Ijazah Siswa Diktukba Polri T.A 2024.

Daerah

“PROYEK JOGING TREK LUPUT DARI PERHATIAN”.

Daerah

Panggung Literasi, Gobi Caffe And Resto Sentral Edukasi Kegiatan Pemuda.

Daerah

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) genap usia 62 tahun, setelah tepat hari ini tanggal 13 Januari 2023 berulang tahun.

Daerah

ATAS PERINTAH KADIS PU, PROYEK MILIARAN DIKERJAKAN SUB KONTRAKTOR.

Daerah

TIM INVESTIGASI MENILAI KALIMAT “RENEGOSIASI” TIDAK BERDASAR.

You cannot copy content of this page