Home / Daerah / Nasional / Regional

Rabu, 9 September 2026 - 14:34 WIB

32 Warga Bersatu, Beri Batas Waktu ke PT HSM: Jika Tak Ada Kejelasan, Penggarap Lahan Siap Ambil Langkah.

Rabu, 9 September 2026. 15:32 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR. ID— Situasi terkait persoalan lahan di Desa Kulo Jaya, Kabupaten Halmahera Tengah, mulai menujukan keseriusan warga. Sebanyak 32 warga yang tercatat dalam daftar hadir mengikuti rapat kelompok penggarap lahan bersama Pemerintah Desa Kulo Jaya pada 9 September 2026.

Yang membuat pertemuan ini menjadi sorotan, kelompok penggarap lahan secara tertulis memberikan batas waktu kepada PT Halmahera Sukses Mineral (HSM) untuk memberikan kejelasan atas proses yang sebelumnya telah berjalan.

Dalam Berita Acara Rapat Para Kelompok Penggarap Lahan bersama Pemerintah Desa Kulo Jaya, disebutkan bahwa seluruh proses sebelumnya telah dilakukan oleh Pemerintah Desa bersama dua kelompok penggarap lahan sesuai arahan dan ketentuan dari PT HSM.

Namun, setelah dilakukan penandatanganan dan penyerahan dokumen pada 31 Agustus 2026, hingga rapat digelar pada 9 September 2026, kelompok penggarap menyebut belum mendapatkan tanggapan maupun kejelasan dari pihak perusahaan.Kondisi inilah yang kemudian memicu rapat dan menghasilkan sikap tegas kelompok penggarap.

Dalam berita acara tersebut ditegaskan, apabila sampai Jumat, 11 September 2026, belum ada kejelasan atau tanggapan dari PT HSM terkait proses yang telah dilakukan, kelompok penggarap lahan akan mengambil langkah untuk menyelesaikan lahannya masing-masing.

Pernyataan tersebut menjadi poin paling krusial dalam berita acara yang ditandatangani di Desa Kulo Jaya.

Kehadiran 32 masyarakat yang tercatat dalam daftar hadir menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya menjadi pembahasan segelintir orang. Masyarakat secara langsung ikut hadir dalam rapat yang membahas perkembangan proses lahan tersebut.

Berita acara itu diketahui oleh Kepala Desa Kulo Jaya, Fadli Siraduddin, S.Pd., serta ditandatangani oleh penerima kuasa dan sejumlah perwakilan kelompok penggarap lahan.

READ  AMPERA Desak Keadilan Tambang: Mengapa Raja Ampat Bisa, Maluku Utara Tidak?

Kini, perhatian tertuju pada 11 September 2026. Apakah PT HSM akan memberikan kejelasan sebelum batas waktu tersebut, atau kelompok penggarap benar-benar akan mengambil langkah sebagaimana yang telah dituangkan secara tertulis dalam berita acara?

Dokumen berita acara dan daftar hadir 32 masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa persoalan lahan di Kulo Jaya kini memasuki babak yang lebih serius. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Rumdis Kadishub Diduga Dijadikan Posko Ikram-Ahlan

Daerah

Di Tengah Musim Panas, PT Karya Wijaya Distribusi Air ke Rumah Warga dan Puskesmas.

Daerah

KEJAKSAAN TINGGI (KEJATI) MALUKU UTARA DITANTANG ATENSINYA.

Hukrim

Dukungan dari DPW Prabowo Subianto Indonesia Satu ( Pastisatu ) resmi ke Paket Mustika Halteng.

Daerah

Kapolres Halmahera Tengah Pastikan Insiden Dugaan Penodongan Berakhir Damai, Senjata Ternyata Korek Api.

Daerah

Komisi III DPRD Halteng Tinjau Pembangunan Jalan Peniti-Damuli, Dorong Pemenuhan Standar Teknis.

Daerah

Terciduk di Weda Tengah: Pekerja Perusahaan Pakai Kendaraan Dinas DG 2198 SP.

Daerah

Pertemuan Perdana Kabid Tenaga Kerja Bersama Serikat Pekerja.

You cannot copy content of this page