Home / Daerah / Nasional / Regional

Jumat, 5 Desember 2025 - 07:29 WIB

Satu Bulan Tanpa Progres, Pekerjaan RLH di Patani Utara Dipertanyakan.

Jum’at, 5 Desember 2025.08:28 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Proyek Rumah Layak Huni (RLH) milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Halmahera Tengah untuk penerima manfaat di Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, kini kembali menjadi sorotan warga. Sudah lebih dari satu bulan, pekerjaan untuk satu unit RLH tersebut tak menunjukkan perkembangan berarti.

Dari total 5 unit RLH yang dialokasikan di desa tersebut, satu unit atas nama Baktir Goloi diketahui belum dikerjakan sama sekali, sementara unit lainnya dikabarkan telah mengalami progres. Hingga awal Desember, material yang tampak di lokasi hanya tumpukan batu, tanpa ada aktivitas pembangunan ataupun pergerakan tenaga kerja.

Seorang warga Desa Gemia melalui pesan Messenger mengungkapkan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan dana proyek sudah dicairkan, namun tidak ada kejelasan terkait pelaksanaan pekerjaan maupun siapa CV pelaksana RLH tersebut.

“Baru batu saja, belum ada kerja. Katanya dana sudah cair, tapi torang tara tau siapa CV-nya,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Minimnya informasi resmi membuat warga makin resah dan mempertanyakan transparansi pelaksanaan program RLH di wilayah mereka. Dugaan adanya hambatan yang tidak dijelaskan secara terbuka kepada penerima manfaat pun mulai mencuat.

Situasi ini kemudian viral di Facebook, setelah salah satu warga mengunggah foto kondisi lapangan dan mempertanyakan mandeknya proyek tersebut. Unggahan itu memicu banyak komentar, termasuk desakan agar pemerintah daerah segera turun ke lapangan memastikan pembangunan RLH berjalan sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Perkim Halmahera Tengah telah dikonfirmasi oleh Pers Tipikor.id, namun hingga berita ini diterbitkan pihak dinas belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pekerjaan satu unit RLH tersebut. (Editor: Rosa).

READ  Akibat Tak Percaya Kepada Kontraktor Dan Membuat Sakit Kepala, Kalak BPBD Ambil Alih Proyek RLH.

Share :

Baca Juga

Daerah

Kabid Dikdas, Mewakili Kadis Pendidikan Dan Rombongan Disambut Meriah Siswa-Siswi SD Se-Kecamatan Patani Barat.

Daerah

Tanah Longsor di Desa Lonjoboko, Kapolres Gowa Pantau Lokasi

Daerah

“Kasat Reskrim: Fakta Tak Akan Diabaikan, Terlapor Segera Dipanggil”.

Daerah

Puluhan Rumah Layak Huni (RLH) Tak Tuntas, Aparat Penegak Hukum (APH) Diminta Dalami.

Daerah

Labrosco Garap Proyek Jalan di Weda Tanpa Papan Informasi, DPRD Halteng Disorot.

Daerah

Ketua DPRD Halteng Serap Aspirasi Warga di Tepeleo saat Reses Masa Persidangan II.

Daerah

Kayu Olahan Disinyalir Milik Oknum APH, Bebas Tanpa Dokumen.

Daerah

Rp1,95 Miliar Kelebihan Bayar: 16 CV Kontraktor Proyek Pemkab Halteng Ditemukan Bermasalah.

You cannot copy content of this page