Senin, 4 Agustus 2025. 18:20 WIT.
HALTENG, HALTENG.TIPIKOR.ID – SD Negeri Loleo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, menggelar kegiatan Pengimbasan Sekolah Sehat sebagai bagian dari upaya mendukung program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) tahun 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah itu berlangsung mulai pukul 10.30 WIT dan dihadiri oleh seluruh wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SD Negeri Loleo, Suhaimi Israel, S.Pd, yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Loleo, Yuliana Jufri, serta jajaran dewan guru SD Negeri Loleo.
Dalam sambutannya, Suhaimi menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya kesehatan anak, baik di sekolah maupun di rumah. “Pengimbasan sekolah sehat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan aman bagi peserta didik,” ungkap Suhaimi.
Ia juga menambahkan bahwa sekolah sehat tidak hanya bicara soal fasilitas fisik, namun juga menyangkut pola makan, aktivitas fisik, imunisasi, hingga kesehatan mental anak. “Karena itu, keterlibatan orang tua sangat penting untuk menyukseskan program ini,” tandasnya.
Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh Kepala Pustu Loleo, Yuliana Jufri. Dalam pemaparannya, ia menekankan lima fokus utama dalam sekolah sehat, yaitu:
Sehat Bergizi – Mendorong pola makan sehat dengan asupan gizi seimbang.
Sehat Fisik – Meningkatkan aktivitas fisik dan olahraga secara rutin.
Sehat Imunisasi – Memastikan seluruh anak mendapatkan imunisasi lengkap.Sehat Jiwa – Menumbuhkan kesehatan mental, spiritual, dan sosial peserta didik.
Sehat Lingkungan – Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan mendukung tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Nirwana Laburoto, S.Pd, turut menjelaskan sejumlah kegiatan prioritas yang diterapkan dalam program ini, di antaranya:
Pembiasaan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
Konsumsi makanan bergizi dan seimbang. Pembiasaan senam dan aktivitas fisik rutin.
Imunisasi lengkap bagi anak usia sekolah. Sosialisasi kesehatan jiwa dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Lebih lanjut, Nirwana menyebutkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan status kesehatan siswa, memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan sekolah, serta menunjang kualitas pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan peserta didik.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pemateri dan para wali murid, yang antusias menyambut program ini sebagai bentuk sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua demi masa depan anak-anak yang lebih sehat.
Laporan: RI – Halteng. Editor: Rosa


