Jum’at, 12 Juni 2026.13:53 WIT.
HALTENG, PERS TIPIKOR.ID – Ketua Fagawene, Oktaviana K. Takuling, menyoroti persoalan pasokan listrik yang hingga kini masih belum stabil di wilayah Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah.
Dalam rilis yang diterima Pers Tipikor.id, Oktaviana menyebut pemadaman listrik terjadi hampir setiap hari dengan durasi yang cukup panjang. Bahkan dalam satu hari, listrik dapat padam hingga 12 jam atau lebih, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi.
Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah barang elektronik milik warga berisiko mengalami kerusakan. Selain itu, bahan pangan yang membutuhkan pendinginan, terutama daging, tidak mampu bertahan lama dan akhirnya rusak hingga terpaksa dibuang.
“Beberapa waktu ini listrik di wilayah Weda Tengah tidak stabil. Dalam satu hari bisa padam hingga 12 jam bahkan lebih. Hal ini menyebabkan barang-barang elektronik serta bahan pangan jenis daging tidak tahan sehingga rusak dan akhirnya dibuang,” ungkap Oktaviana dalam rilis tersebut.
Ia menegaskan bahwa persoalan listrik semestinya menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Sebab, desa-desa lingkar tambang yang selama ini terdampak pemadaman berkepanjangan merupakan wilayah yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah.
Oktaviana mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat lingkar tambang yang selama ini turut menopang perekonomian daerah.
“Yang perlu diingat, desa lingkar tambang yang terdampak padam hingga berhari-hari adalah penyumbang terbesar untuk pendapatan daerah. Semestinya jangan dianaktirikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan kelistrikan yang terus berulang. Menurutnya, pemerintah harus memperjuangkan akses listrik yang lebih baik bagi masyarakat, termasuk membuka peluang pemanfaatan sumber daya listrik yang tersedia di kawasan perusahaan apabila memungkinkan.
Selain itu, ia berharap masyarakat lingkar tambang tidak lagi dibebani persoalan biaya listrik di tengah kondisi pelayanan yang belum optimal.
“Pemda jangan egois untuk melepaskan wilayah lingkar tambang mengakses listrik dari perusahaan. Pemerintah daerah harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat lingkar tambang, terutama dalam persoalan listrik, tanpa membebani masyarakat dengan tagihan maupun token listrik,” ujarnya.
Fagawene berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera menghadirkan solusi nyata agar masyarakat di wilayah lingkar tambang dapat menikmati layanan listrik yang stabil dan berkelanjutan.
(Editor: Rosa)


