Home / Daerah / Nasional / Regional

Rabu, 23 September 2026 - 15:35 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Lelilef, Respons Pemda dan IWIP Dipertanyakan

Rabu, 23 September 2026.16:34 WIT

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Krisis air bersih yang dialami masyarakat Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali menjadi perhatian. Sejumlah sumur yang selama ini menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga dilaporkan mengalami kekeringan.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan rumah tangga. Di tengah situasi itu, masyarakat juga mempertanyakan kejelasan tindak lanjut pemerintah daerah maupun pihak terkait setelah sebelumnya dilakukan proses validasi di Kantor Camat Weda Tengah.

Oktaviana Takuling mengatakan, kondisi kekurangan air yang dirasakan masyarakat Lelilef saat ini merupakan persoalan yang menurutnya berbeda dibandingkan kondisi sebelum berkembangnya aktivitas industri di wilayah tersebut.

“Sebelum adanya industri, kehidupan masyarakat relatif stabil. Kami tidak pernah merasakan krisis air seperti sekarang. Kualitas air yang digunakan masyarakat dulu juga masih sangat baik dan tidak sesulit sekarang,” ujarnya.

Menurut Oktaviana, keresahan masyarakat semakin meningkat karena setelah proses validasi dilakukan di Kantor Camat, hingga kini masyarakat belum mendapatkan informasi yang dinilai cukup mengenai hasil validasi maupun langkah konkret yang akan dilakukan pemerintah daerah, DPRD dan pihak PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

“Masyarakat merasa sangat dibohongi karena informasi yang diberikan sangat tertutup. Setelah validasi di kantor camat, sampai sekarang belum ada kejelasan tindak lanjutnya,” katanya.

Ia juga menyoroti mekanisme distribusi air yang disebut ditawarkan oleh pihak IWIP secara bertahap kepada masyarakat.

Menurutnya, kondisi kekurangan air yang dialami warga seharusnya ditangani dengan mekanisme yang dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di tengah warga.

“Masyarakat menolak mekanisme distribusi secara bertahap. Saya melihat kondisi di lapangan, semua masyarakat merupakan prioritas dan tidak perlu pilah-pilih,” ujarnya.
Otaviana menilai distribusi yang tidak mencakup seluruh warga yang mengalami kesulitan air berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial.

READ  Warga Trans Waleh Dihantui Banjir di Tengah Ramadhan.

“Saya melihat mekanisme yang ditawarkan dapat memicu kecemburuan, bahkan konflik di lapangan. Karena itu, menurut saya seluruh masyarakat yang mengalami kesulitan air harus menjadi perhatian,” katanya.

Pembangunan Sarana Air Bersih Masih Terkendala Perizinan

Selain persoalan distribusi air, pembangunan sarana air bersih juga disebut masih menghadapi kendala administratif.

Menurut informasi yang diterima Oktaviana dari pihak IWIP, pekerjaan pembangunan sarana air bersih masih menunggu proses perizinan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pemerintah provinsi.

Namun, menurutnya, persoalan administratif tersebut perlu disikapi dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang saat ini membutuhkan air bersih.

“Kalau pekerjaan air bersih masih menunggu izin dari PUPR dan provinsi, sementara kondisi masyarakat sekarang benar-benar kesulitan air bersih, seharusnya hal ini bisa dibijaki oleh pemerintahan terkait,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada proses administratif, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama pembangunan sarana air bersih belum dapat direalisasikan.

Menurutnya, keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan tersebut. Pemerintah daerah, DPRD dan pihak perusahaan dinilai perlu menjelaskan kepada masyarakat mengenai hasil validasi, langkah yang telah dilakukan, mekanisme distribusi air serta rencana penyelesaian dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Krisis air bersih di Lelilef kini tidak hanya menjadi persoalan ketersediaan air, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta keterbukaan informasi mengenai langkah penyelesaiannya.

Masyarakat pun menunggu kejelasan dari pihak-pihak terkait: ketika air bersih menjadi kebutuhan dasar yang mendesak, langkah konkret apa yang akan dilakukan agar warga Lelilef tidak terus menghadapi kesulitan memperoleh air?
(Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Koramil Kecamatan Patani Kabupaten Halmahera Tengah Giat Jumat Bersih.

Daerah

Pj Bupati; “Rotasi Manajemen RSUD Weda Guna Penyegaran Dan Perkuat Pelayanan”.

Daerah

“SE Mendagri 900.1.1/376/SJ: Gubernur, Wali Kota, dan Bupati Diminta Menindaklanjuti Tunjangan DPRD”

Daerah

Truk Bermuatan Rumput Terbalik di Gunung Tabalik.

Daerah

Bakal Calon Bupati Halmahera Tengah Zakir Daeng Barang, Serius Bertarung Pada Pilkada 2024.

Daerah

Akibat Merasa Janggal, Sejumlah Warga Enggan Hadiri Pemeriksaan Sebagai Saksi, Terkait Kasus Korupsi Bansos COVID-19.

Daerah

“PAHLAWANKU TELADANKU: Sekda Halteng Pimpin Peringatan Hari Pahlawan 2025”.

Daerah

Rugikan Negara Kades Masure Resmi Nginap Hotel Prodeo

You cannot copy content of this page