Home / Daerah / Investigasi / Nasional / Regional

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:38 WIB

Kontainer Berisi Scrap dan Aki Dibobol di Area Pelabuhan Perikanan Weda, ±300 Kg Tembaga Hilang.

Jum’at, 5 Juni 2026. 01:38 WIT.

HALTENG, PERS TIPIKOR.ID – Sebuah kontainer berisi material scrap dan aki (accu bekas) dilaporkan mengalami pembobolan saat masih berada di kawasan Pelabuhan Perikanan Weda.

Peristiwa ini memunculkan sorotan terhadap sistem pengamanan serta pola pengawasan barang yang melibatkan sejumlah pihak dalam rantai operasional kepelabuhanan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan bersama pemilik barang, Jamal, pihak JPT, KP3, dari PT Tanto, TKBM, serta sejumlah buruh, kontainer tersebut masih berada di area Pelabuhan Perikanan Weda ketika dilakukan pemeriksaan. Dalam pengecekan itu ditemukan adanya perubahan susunan material di dalam kontainer dibandingkan kondisi sebelumnya.

Sejumlah buruh yang ikut melakukan pemeriksaan mengaku melihat adanya perbedaan posisi dan susunan tumpukan barang di dalam kontainer.

Jamal selaku pemilik barang mengungkapkan bahwa terdapat material scrap jenis tembaga yang diduga hilang dengan perkiraan berat sekitar 300 kilogram dari dalam kontainer tersebut.

Kontainer tersebut diketahui tidak hanya berisi scrap logam, tetapi juga muatan aki bekas yang merupakan bagian dari barang campuran dalam proses pengiriman.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengawasan di kawasan tersebut, khususnya pada tahap penumpukan dan penyimpanan sementara sebelum barang diberangkatkan ke tujuan.

Dalam sistem, pengawasan terhadap barang tidak berada pada satu pihak semata, melainkan melibatkan sejumlah unsur yang memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari pengelola area pelabuhan, perusahaan pelayaran sebagai pengangkut, hingga otoritas yang melakukan pengawasan terhadap aktivitas di wilayah tersebut.

Secara normatif, pengelola kawasan berkewajiban menjaga keamanan dan ketertiban operasional di area yang berada dalam penguasaannya. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan potensi adanya celah dalam sistem pengawasan barang di area tersebut.

READ  “Terungkap, Anggaran 2025 Dikerjakan 2026, APH Tidak Boleh Diam”.

Kondisi ini sekaligus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak terkait untuk memperketat pengamanan dan pengawasan terhadap kontainer yang berada di area penumpukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Namun demikian, berdasarkan hasil pertemuan bersama, Jamal selaku pemilik barang tidak mempermasalahkan hilangnya material tersebut. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

“SE Mendagri 900.1.1/376/SJ: Gubernur, Wali Kota, dan Bupati Diminta Menindaklanjuti Tunjangan DPRD”

Daerah

Gakkumdu Diminta Tindak Oknum PPPK Berinsial FD, Karena Diduga Tak Netral.

Daerah

Ridol Arimawa Protes Pemberitaan Sepihak Soal Hasil Pilkades Fritu.

Daerah

Tumbuhkan Optimisme Positif, Mustika Optimis Raih Kemenangan.

Daerah

Kapolda Maluku Utara Tekankan Warga Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi.

Daerah

DLH Halteng Turun Lapangan: Tumpukan Tanah Dibersihkan, Kesadaran Warga Didorong.

Daerah

Bangkitkan Semangat Fagogoru, Munawar Syah Dukung Koperasi Merah Putih Sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Halteng.

Daerah

Ketua DPC Partai Perindo Halteng Dan Jajaran, Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Bahri Sudirman Sebagai Pj Bupati.

You cannot copy content of this page