Rabu, 30 Juli 2025: 22:24 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Di tengah padatnya rutinitas dan tanggung jawab sebagai penegak hukum, dua anggota kepolisian di Halmahera Tengah diam-diam menunjukkan bahwa di balik seragam, masih ada ruang luas untuk peduli dan berbagi.

Momen itu terjadi di Pelabuhan Feri Weda. Di sana, puluhan warga asal Papua terlihat duduk menanti keberangkatan kapal, dalam kondisi yang serba terbatas. Tidak ada makanan yang cukup, tak ada air untuk mengusir dahaga, dan tidak pula ada kenyamanan yang bisa menghibur penantian panjang mereka.

Tanpa instruksi, dua anggota polisi itu datang membawa sesuatu yang mungkin tampak sederhana—dua kardus air mineral, dan makanan, dan sedikit kebutuhan konsumsi lainnya. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan makna yang dalam: rasa kemanusiaan yang masih hidup, hangat, dan nyata.

“Ini bukan tentang besar kecilnya bantuan, tapi tentang tidak membiarkan mereka merasa sendiri.”
Aksi ini bukan pencitraan. Tak ada yang direncanakan. Hanya dorongan nurani, rasa iba yang tak bisa dibendung, dan keyakinan bahwa tugas seorang polisi tak sekadar menjaga hukum, tetapi juga merawat nilai-nilai kemanusiaan.
Kehadiran dua polisi itu di tengah-tengah warga yang kelelahan dan lapar, menjadi pengingat bahwa dalam situasi apa pun, setiap manusia berhak diperlakukan dengan kasih. Bahwa bantuan tidak harus selalu besar untuk berarti, selama diberikan dengan ketulusan.
Di tengah dunia yang kadang terasa dingin dan terburu-buru, sikap kecil seperti ini adalah nyala yang hangat—nyala yang menguatkan kembali kepercayaan bahwa kemanusiaan masih hidup, dan selalu menemukan jalannya, bahkan lewat tangan-tangan yang tak pernah kita duga.(Editor: Rosa)


