Home / Daerah / Nasional / Regional

Sabtu, 17 Mei 2025 - 23:20 WIB

Eksklusif Investigasi: 5 Penyedia Borong 100 Lebih Proyek Fisik Halmahera Tengah.

Ahad, 18 Mei 2025. 00:12 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID – Investigasi mendalam terhadap pelaksanaan proyek fisik Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah tahun anggaran 2023 mengungkap fakta mencengangkan: hanya lima perusahaan penyedia lokal yang memborong lebih dari 100 paket kegiatan fisik.

Praktik ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas sistem pengadaan di daerah, termasuk dugaan kuat adanya praktik pemecahan paket proyek (project splitting) guna menghindari mekanisme tender terbuka.

Kelima perusahaan tersebut adalah:

1.CV. Loifa (25 proyek)

2.CV. Alifa Sejati (20 proyek)

3.CV. Farida Bakti (20 proyek)

4.CV. Pelangi Mandiri (19 proyek)

5.CV. Arina Jaya Bakti (18 proyek)

Seluruh proyek mayoritas bersumber dari APBD dan dilaksanakan melalui skema penunjukan langsung (PL), dengan nilai per paket umumnya di bawah Rp200 juta.

1.CV. Loifa – 25 Proyek, Estimasi Anggaran: Rp3,2 MiliarCV. Loifa merupakan penyedia dengan jumlah proyek terbanyak. Perusahaan ini mengerjakan 25 paket kegiatan fisik, mulai dari pembangunan saluran, pemeliharaan jalan, hingga pengadaan kecil lainnya. Beberapa proyek sejenis muncul di lokasi berbeda, dalam waktu dan nilai yang hampir identik.Nilai proyek umumnya berkisar antara Rp150 juta – Rp200 juta, mendekati ambang batas maksimal penunjukan langsung.

2.CV. Alifa Sejati – 20 Proyek, Estimasi Anggaran: Rp2,9 Miliar.CV. Alifa Sejati menangani 20 proyek fisik, sebagian besar berupa pembangunan dan rehabilitasi ringan pada infrastruktur desa dan fasilitas umum.Proyek-proyek yang ditangani mencakup:

1.Rehabilitasi jalan lingkungan

2.Pembangunan tanggul dan saluran air

3.Pengecatan dan perbaikan bangunan publik.

Pola pengulangan jenis proyek dan rentang nilai yang seragam menguatkan dugaan bahwa proyek dikemas dalam unit-unit kecil untuk memanfaatkan celah PL

.3.CV. Farida Bakti – 20 Proyek, Estimasi Anggaran: kurang lebih Rp3 Miliar

READ  Ketua Organda Helmi Kasim Imbau Sopir Waspada Saat Musim Hujan.

CV. Farida Bakti mengerjakan proyek-proyek infrastruktur ringan seperti:

1.Pembangunan saluran drainase

2.Pemasangan paving block

3.Pembuatan taludBerdasarkan bukti dokumen, Ciri khas proyek yang ditangani dengan nama paket hampir identik.

SP2D dicairkan dalam waktu berdekatan, Nilai proyek cenderung serupa, Sebagai contoh, terdapat tiga proyek drainase di tiga desa berbeda, masing-masing senilai Rp149 juta, yang seluruhnya dicairkan dalam minggu yang sama.

4.CV. Pelangi Mandiri – 19 Proyek, Estimasi Anggaran: Rp2,8 Miliar

CV. Pelangi Mandiri tercatat mengerjakan berbagai proyek contohnya:

1.Pembangunan pagar sekolah

2.Pekerjaan saluran irigasi

3Pemeliharaan jalan

Terdapat salah satu proyeknya didukung dokumen lengkap seperti: Nomor Kontrak: 006/SPK-PL/PGR-TR/APBD/DPUPR-HG/X/2023Nomor SP2D: 6807/SP2D-LS/PK-3/4.4.1.2/HT/2023, Tanggal SP2D: 13 Oktober 2023, Nilai: Rp149.300.000

Pola proyek berulang seperti pemeliharaan jalan di beberapa desa dengan nilai hampir seragam juga terdeteksi.

5.CV. Arina Jaya Bakti – 18 Proyek, Estimasi Anggaran, kurang lebih Rp2,5 Miliar

CV. Arina Jaya Bakti mengerjakan 18 proyek, didominasi pekerjaan rehabilitasi ringan fasilitas umum, seperti contoh:

1.Pengecatan gedung

2.Perbaikan plafon dan atap

3.Rehabilitasi ringan kantor desa

Proyek-proyek tersebut umumnya bernilai antara Rp90 juta – Rp180 juta, dan beberapa di antaranya memiliki kesamaan bentuk pekerjaan dan nilai.

Total estimasi 100 paket, dengan masing penyedia:

Rp3,2 M + Rp2,9 M + Rp3 M + Rp2,8 M + Rp2,5 M = Rp14,4 miliar

Menurut sumber internal yang enggan disebut namanya, praktik pengulangan proyek kecil ini diduga disengaja untuk menghindari kewajiban tender terbuka. Serta memudahkan distribusi proyek kepada penyedia tertentu yang “dekat” dengan lingkaran kekuasaan.

“Kalau pekerjaan saluran atau pagar bisa dibagi 5–6 titik dalam satu desa tapi justru dibikin jadi proyek sendiri-sendiri, itu patut didalami, bisa juga adanya indikasi Pemecahan Paket (Spliting Project)” ujar sumber.

READ  Potret Buruk Proyek Terbengkalai, APH Diminta Intip Proyek Air Bersih.

Ini menjadi bukti kuat agar Pemerintah Daerah lebih teliti, sehingga tidak kecolongan dalam proses pengadaan berikutnya.

Bukti yang disajikan merupakan hasil temuan awal terkait lima penyedia yang mengerjakan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Halmahera Tengah.

Pers Tipikor.id masih terus melakukan pendalaman pada dinas-dinas lain, untuk menelusuri apakah pola serupa terjadi secara masif di luar lingkup Dinas PUPR. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Aparat Penegak Hukum (APH) Diminta Dalami Realisasi ADD Desa Palo.

Daerah

Terkait Terbengkalainya Proyek RTLH, Ketegasan Komisi 3 DPRD Dipertanyakan.

Daerah

Alarm Bahaya Polusi Dan Debu Kepung Wilayah Kecamatan Weda Tengah

Daerah

Salah Satu Kades Kecamatan Weda Selatan, Diduga Salahgunakan Dana Desa.

Daerah

Miris!!! Saling tolak Membayar Dua Paket Proyek Temuan BPK Sebesar Rp.1.714.957.219,00,-

Daerah

Mengangkat Pesona Laut Halteng ke Panggung Dunia, Kadis Pariwisata Inisiasi Pembentukan Pengcab POSSI.

Daerah

Jalan Kilo Meter Tiga Mirip Jalur Hauling, Kontraktor Diminta Bertanggung Jawab.

Daerah

Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas, Polres Halteng Bagikan Ratusan Helm Gratis.

You cannot copy content of this page