Home / Daerah / Nasional / Regional

Kamis, 24 April 2025 - 22:37 WIB

Zona Rawan Korupsi, Tata Kelola Gagal, dan Kemiskinan Memburuk: Pansus Desak Bupati Ambil Tindakan Nyata.

Kamis, 24 April 2025. 23:28 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID. Rapat paripurna DPRD Halmahera Tengah, Kamis (24/4/2025), menyimpulkan sederet catatan kritis terhadap kinerja Pemerintah Daerah melalui rekomendasi resmi Panitia Khusus (Pansus) LKPJ. Laporan tersebut menyoroti secara tegas lemahnya komitmen dan buruknya tata kelola daerah yang kian memperdalam krisis kepercayaan publik.

Nilai Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemda tahun 2024 yang hanya mencapai 67,9 menempatkan Halmahera Tengah di zona rawan korupsi. Fakta ini menunjukkan bahwa potensi penyimpangan dan praktik fraud masih tinggi. Ironisnya, hingga kini tidak ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menetapkan Zona Integritas secara konkret. Pansus menilai Pemda pasif dalam membangun sistem pencegahan korupsi.

Lebih mencemaskan lagi, nilai MCP KPK tahun 2024 yang hanya mencapai skor 45 (kategori rendah) menegaskan bahwa pengawasan internal nyaris tidak berfungsi. Pengelolaan ASN amburadul, aset daerah tidak optimal, dan potensi pajak terabaikan. Ini adalah alarm keras bahwa sistem pemerintahan tengah rapuh dan membutuhkan intervensi langsung dari pucuk pimpinan daerah.

Di sektor keuangan, IPKD tahun 2023 mencatat skor 33,76 dengan status “Sangat Perlu Perbaikan”. Ini mencerminkan lemahnya kontrol dan ketidaksiapan Pemda dalam membangun pengelolaan fiskal yang akuntabel. Fakta bahwa laporan IPKD 2024 belum juga dirilis menambah kuat kesan bahwa transparansi belum menjadi komitmen utama.

Kendati telah menetapkan Perbup No. 68 Tahun 2024 tentang SPBE, implementasinya tak terlihat dalam LKPJ. Digitalisasi pemerintahan yang seharusnya meningkatkan efisiensi justru jalan di tempat. Pansus menegaskan bahwa SPBE hanya menjadi jargon tanpa realisasi di lapangan.

Dalam aspek pembangunan manusia, IPM Halmahera Tengah hanya 68,45, tertinggal dari rata-rata provinsi dan nasional. Program pembangunan dinilai belum menyentuh akar masalah pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Alih-alih progres, data ini menunjukkan stagnasi.

READ  Koordinator Lapangan DLH Halteng Tegaskan: Buang Sampah Sembarangan Akan Ditindak.

Lebih buruk lagi, tingkat kemiskinan sebesar 10,71% menjadikan Halmahera Tengah sebagai daerah dengan kemiskinan tertinggi kedua di Maluku Utara. Pemetaan wilayah miskin tak akurat, dan program pengentasan kemiskinan masih bersifat normatif, tanpa basis data dan sasaran jelas. (Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Rencana Pemerkosaan di Moreala, Keluarga Korban Minta Kapolres Halteng Turun Tangan.

Daerah

Budaya Falgali Menyala, Warga Weda Timur Gelar Kerja Bakti Bersama Camat.

Daerah

Rembuk Stunting di Desa Persiapan Era Fagogoru: Sinergi Pemdes, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat Dorong Kesehatan Anak.

Daerah

Kapolda Maluku Utara: Penanganan Kasus KDRT Berjalan Secara Profesional dan Prosedural.

Daerah

Koramil 1512-01/ Weda Giat Jumat Bersih.

Daerah

Pj Bupati Halteng, Terima Piagam Penghargaan Daerah TIK dan Akun Layanan Pendidikan.

Daerah

Panwaslu Kecamatan Weda, Gelar Bimtek dan Penguatan Kapasitas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) .

Daerah

Kabid Dikdas Resmi Tutup Bimtek Transisi PAUD ke SD.

You cannot copy content of this page