Selasa, 8 April 2025. 19:09 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID. Pengelola destinasi wisata Goa Bokimoruru menggelar tatap muka bersama Wakil Ketua DPRD Munadi Kilkoda dananggota DPRD Halmahera Tengah komisi gabungan, rapat berlangsung di ruang Wakil Ketua DPRD Halteng, pada Selasa, 8 April 2025.
Pertemuan ini digelar untuk membahas tarik menarik pihak pengelola dan pemerintah desa yang belum terselesaikan, yakni Desa Sagea dan Desa Kiya, yang berdampak langsung pada pengelolaan Wisata Bokimoruru.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pengelola Destinasi Wisata Bokimoruru, Rusmin Djsehe, secara tegas meminta DPRD Halmahera Tengah untuk mencermati secara serius persoalan yang telah lama mengganggu kelangsungan pengelolaan wisata.
“Kami harap Wakil pimpinan DPRD dan juga pimpinan DPRD Halteng serta seluruh anggota agar bisa menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas.
Kami tidak ingin persoalan ini terus berlarut tanpa ada solusi. Jika dibiarkan, yang menjadi korban adalah para pelaku UMKM yang bergantung pada keberlangsungan wisata Bokimoruru,” ungkap Rusmin.
Ia menekankan bahwa dampak dari konflik ini tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga ekonomi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
Wakil pimpinan DPRD Munadi Kilkoda ketika di konfirmasi belum memberikan keterangan resmi.
Devidodi Diantoro salah satu anggota DPRD Halmahera Tengah ketika dikonfirmasi membenarkan, “Iya tadi rapat bersama pihak pengelola Wisata Goa Bokimaruru, hadir juga Wakil Pimpinan DPRD Halmahera Tengah Bapak Munadi Kilokoda dan komisi gabungan, ungkapnya.
Katanya lagi, Wakil pimpinan akan mengagendakan waktu untuk memangil pihak pemerintah Desa untuk penyelesaian, jelasnya. (Rosa).



