Home / Daerah / Nasional / Regional

Kamis, 6 Maret 2025 - 16:50 WIB

Dugaan Korupsi Rp.6,2 Miliar di Dermaga Messa: Kasus Berlarut, Siapa yang Melindungi?

Kamis, 06’Maret 2025.17:44 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID
Proyek rehabilitasi berat Dermaga Messa di Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali di sorot publik. Proyek bernilai Rp.6,29 miliar yang dikerjakan CV. Putra Wedana dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022 ini diduga sarat penyimpangan. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi, mark-up anggaran, dan buruknya kualitas pekerjaan memicu pertanyaan besar: ke mana uang rakyat mengalir?

Hampir dua tahun sejak dugaan korupsi ini mencuat, namun proses hukum masih mandek di tahap penyelidikan tanpa kejelasan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan kecurigaan di tengah masyarakat, yang mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut kasus ini.

Informasi yang diterima Pers Tipikor.id, sebelumnya pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pejabat dinas terkait serta kontraktor proyek. Bahkan, hasil pemeriksaan tenaga ahli telah dikantongi penyidik. Namun, hingga kini kasus belum juga naik ke tahap penyidikan, menimbulkan spekulasi adanya intervensi atau kepentingan tertentu.

“Sudah hampir dua tahun, tapi masih di tahap penyelidikan. Ada apa? Kalau memang ada pelanggaran, kenapa tidak segera diproses? Jangan sampai ini hanya jadi kasus yang menguap tanpa kejelasan,” tulis salah satu warga Desa Messa yang enggan disebut namanya.

Secara hukum, penyelidikan adalah tahap awal untuk menentukan ada atau tidaknya tindak pidana. Jika bukti cukup, kasus seharusnya naik ke tahap penyidikan guna menetapkan tersangka. Sesuai Pasal 109 Ayat (1) KUHAP dan Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019, penyelidikan idealnya berlangsung maksimal 30 hari kerja. Jika kompleks, bisa diperpanjang dengan alasan jelas. Namun, dalam kasus ini, hampir dua tahun berlalu tanpa perkembangan berarti.

Warga pun semakin geram dan mendesak aparat untuk bertindak transparan serta segera membawa kasus ini ke tahap penyidikan.

READ  Kecamatan Weda Terkendala Proses Rekrutmen Petugas KPPS Pemilu 2024.

“Kalau benar ada dugaan kerugian negara miliaran rupiah, kenapa masih di penyelidikan? Kami menunggu tindakan nyata, jangan sampai kasus ini berakhir tanpa kejelasan,” tegas seorang warga berinisial IM.

Jika kasus ini terus berlarut tanpa kepastian, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum semakin terkikis.

Kini, pertanyaan besar menggantung di benak warga: Apakah kasus ini akan berlanjut hingga meja hijau, atau justru menghilang begitu saja? Waktu terus berjalan, tetapi kepastian hukum masih menjadi tanda tanya besar. (Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

PENJABAT BUPATI, DIMINTA TINDAKLANJUTI JALAN  KECAMATAN WEDA TENGAH.

Daerah

Proyek Pembangunan Gedung Islamic Center Miliaran Rupiah Terbengkali.

Daerah

Terpilih Jadi Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Abdu Rahim Odeyani Sampaikan Terimakasih.

Daerah

Devi Dodi Diantoro Tegaskan Pengawasan Jalan Hotmix Weda Selatan, Pemadatan Dinilai Belum Maksimal.

Daerah

Disinyalir Proyek Drainase Milik ASN, Ruas Jalan Loman Sif Ambruk.

Daerah

Rembuk Stunting di Desa Persiapan Era Fagogoru: Sinergi Pemdes, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat Dorong Kesehatan Anak.

Daerah

Drs H Nurhalis Abubakar, MH, Menekankan Pentingnya Netralitas Asn Kemenag Halteng.

Daerah

“Menyingkap Surga Tersembunyi: Di Balik Pesona Pulau Sayafi dan Liwo di Halmahera Tengah”.

You cannot copy content of this page