Kamis, 20 Februari 2025.18:54 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID. Pengelola wisata Goa Bokimaruru, pemilik lahan, dan ibu-ibu pemilik warung menggelar rapat pada 20/02/2025, guna membahas surat edaran yang dikeluarkan oleh Kepala Desa dan Camat setempat. Rapat yang berlangsung di areal wisata Goa Bokimaruru ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan untuk mencari solusi terbaik terkait isi surat edaran tersebut.

Dalam pertemuan ini, pengelola wisata, pemilik lahan dan ibu-ibu menyampaikan dampak surat edaran terhadap aktivitas di lokasi tersebut. Pendapat mereka terkait kebijakan yang tertuang dalam surat edaran membuat usaha dan pendapatan pengelola wisata dan ibu-ibu pemilik warung menyampaikan mengenai potensi dampak terhadap usaha kecil yang mereka jalankan.

“Kami mau mencari solusi terbaik agar semua pihak tidak dirugikan dan tetap bisa menjalankan aktivitas masing-masing sesuai aturan yang berlaku,” ujar ketua pengelola, Rusman Dj Sehe atau sapaan Ipul.

Menurut Ipul, ibu-ibu pemilik warung berharap ada pertimbangan dari Kades Sagea, Kades Kiya dan Camat agar menarik kembali surat edaran yang menutup usaha wisata Goa Bokimaruru, mengingat usaha mereka menjadi sumber utama mata pencaharian, apalagi warga ini juga adalah warganya kedua Kades dan Camat, ungkap Ipul.

Selain itu, surat edaran yang dikeluarkan sudah 8 hari tapi tidak ada solusi untuk penyelesaian, menurut teman disaat rapat bukanya apa penyelesaian akan tetapi semakin menambah keruh masalah. Sementara ibu-ibu pemilik warung yang berlokasi di Goa Bokimaruru mengatakan edaran yang di keluarkan itu bukan menyelesaikan masalah tapi mengorbankan torang (Kita), karena bagi dorang (Mereka pemilik warung) pendapatan untuk persiapan menjelang puasa saat ini terputus, jelas Ipul lewat pesan WhatsAppnya.
“Perlu juga saya sampaikan, kata Ipul, saya sebagai ketua dengan adanya pertemuan tadi sebelumnya pada tadi malam pukul 1:00 WIT, telah saya sampaikan atau koordinasi via sambungan seluler dengan dua Kepala Desa, saya bermohon di kedua kades tolong mulai besok atau hari ini, tolong hentikan pemalangan terhadap pengunjung.
Kata Ipul, Kepala Desa Kiya Taslim Ambar menyampaikan, kalau bagitu tunggu saya komunikasi dengan teman-teman dulu, sementara Kepala Desa Sagea Arif Taib ketika saya koordinasi Kades Sagea menjawab, saya ini juga sudah serba salah, jelas Ipul.
Untuk camat saya tidak bisa koordinasi karena nomor WhstsApp saya sudah di blokir, beber Ipul.
Masih Ipul, saya juga sampaikan lagi di Kepala Desa kalau besok masih palang pengunjung berarti sudah tidak ada solusi untuk penyelesaian. Dan sampai tanggal 25 kami mengharapkan agar masalah ini selesai dan harus ada aktivitas seperti semula. Ini permintaan saya di dua Kepala Desa pada tadi malam sekira pukul 1:00 WIT, tegas Ipul. (Rosa).




