Selasa, 22 September 2026. 13:13 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Persoalan pelayanan dasar masyarakat Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali menjadi sorotan. Gangguan listrik serta persoalan ketersediaan air bersih dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Sorotan tersebut disampaikan Iwan Firdaus, mahasiswa asal Pulau Gebe yang saat ini menempuh studi di Jakarta dan aktif dalam organisasi kedaerahan, termasuk sebagai pengurus inti HIPMA Halteng Jabodetabek.
Menurut Iwan, listrik dan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak semestinya terus menjadi persoalan berulang.
“Polemik ini bukan hanya soal listrik yang sering padam dan air bersih yang sulit. Ini menyangkut hak dasar masyarakat. Ketika listrik terus bermasalah dan kebutuhan air bersih belum terpenuhi dengan baik, pemerintah harus melihat ini sebagai persoalan serius dalam pelayanan publik,” kata Iwan.
Ia juga merujuk pada Pasal 6 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang mengatur jaminan negara terhadap hak rakyat atas air untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari bagi kehidupan yang sehat dan bersih.
“Artinya, kebutuhan air bersih bukan sesuatu yang bisa dianggap sebagai persoalan sampingan. Ini kebutuhan pokok masyarakat dan pemerintah punya tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkannya,” tegasnya.
Iwan menegaskan bahwa masyarakat Pulau Gebe merupakan bagian dari Kabupaten Halmahera Tengah dan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan publik serta pembangunan.
“Pulau Gebe ini bagian dari Halmahera Tengah. Masyarakatnya juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan dan pelayanan publik. Jangan karena kami berada di pulau, kemudian perhatian pemerintah menjadi berbeda,” ujarnya.
Ia juga mengkritik penyampaian capaian pembangunan pemerintah yang menurutnya perlu berjalan seiring dengan kondisi nyata yang dirasakan masyarakat.
“Sangat disayangkan kalau di publik kinerja pemerintahan terlihat sangat baik, memamerkan indeks keberhasilan dengan citra yang gemilang, tetapi di sisi lain masyarakat masih merasakan keterbatasan akses pelayanan. Pemerintah harus melihat kondisi nyata masyarakat, bukan hanya angka dan citra keberhasilan,” kata Iwan.
Menurutnya, Pulau Gebe juga memiliki posisi penting bagi Halmahera Tengah. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap wilayah tersebut menurutnya tidak semestinya hanya dilihat dari sisi kontribusi ekonomi, tetapi juga dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Ngoni su ambe uang biru deng merah, baru ngoni kase makan tong abu,” ungkap Iwan, menggambarkan kekecewaannya terhadap kondisi yang menurutnya dirasakan masyarakat Pulau Gebe.
Iwan mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan listrik dan air bersih di Pulau Gebe. Menurutnya, persoalan pelayanan dasar membutuhkan penyelesaian yang terukur dan berkelanjutan, bukan hanya respons ketika keluhan masyarakat mencuat.
Ia juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi kinerja pemerintahan di tingkat kecamatan apabila ditemukan persoalan pelayanan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau memang Camat Pulau Gebe tidak mampu memastikan pelayanan pemerintahan berjalan dengan baik, maka harus di copot. Kalau tidak mampu bekerja untuk masyarakat, pemerintah daerah harus berani mengambil sikap,” tegasnya.
Lebih jauh, Iwan meminta Bupati Halmahera Tengah melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
“Kalau kebutuhan dasar masyarakat saja tidak mampu dipenuhi dan persoalan seperti listrik serta air bersih terus berulang, lalu apa yang sebenarnya sedang dibanggakan dari keberhasilan pemerintahan? Bupati harus turun melihat kondisi masyarakat secara langsung,” katanya.
Ia menegaskan kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah asalnya.
“Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta hak yang sama. Pulau Gebe adalah bagian dari Halmahera Tengah dan masyarakatnya berhak mendapatkan pelayanan yang layak. Pemerintah harus membuktikan bahwa pembangunan Halmahera Tengah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada jauh dari pusat pemerintahan,” ujar Iwan.
Ia kemudian menyampaikan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah agar tidak mengabaikan Pulau Gebe.
“Kami pernah menghidupkan Halmahera Tengah yang dulunya redup. Jangan sampai hari ini Pulau Gebe justru dibiarkan redup karena pelayanan dasarnya tidak diperhatikan. Jangan anak tirikan Pulau Gebe,” pungkasnya. (Editor: Rosa).


