Home / Daerah / Investigasi / Nasional / Regional

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Jeferson Burnama Bantah Isu Kecemburuan: “Ini Peristiwa Pemukulan, Jangan Memutarbalikkan Fakta”.

Jum’at, 28 Agustus 2026.20:04 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Sebab-akibat dari peristiwa yang sebelumnya diberitakan sejumlah media mendapat bantahan dari Jeferson Burnama. Jeferson menegaskan, peristiwa tersebut bukan berawal dari persoalan kecemburuan sebagaimana disebutkan oleh Veren Wedi Sipahelut, melainkan bermula dari dugaan pemukulan terhadap Jeferson.

Berdasarkan keterangan Jeferson dan pihak keluarga, kejadian bermula ketika Jeferson bersama-sama temannya dalam perjalanan pulang dari Lelilef menuju Trans. Sekitar pukul 12.00 WIT, Jeferson sempat singgah di kos-kosan milik Napolion Lufu untuk meminjam kursi.

Namun, permintaan tersebut tidak diberikan dan Jeferson justru di usir lokasi. Jeferson kemudian keluar hingga ke depan kos-kosan. Di lokasi tersebut terjadi cekcok antara Jeferson dan Veren Wedi Sipahelut, mengingat sejumlah teman Jeferson juga diketahui tinggal di kos-kosan tersebut.

Dalam situasi tersebut, menurut keterangan Jeferson, tiba-tiba sebuah pukulan keras mengenai bagian kiri pelipisnya. Akibat pukulan itu, Jeferson terjatuh.

Saat berupaya bangkit, Jeferson mengaku kembali terjatuh setelah diduga diinjak oleh Sahrul.
Jeferson juga menyebut bahwa saat kejadian, ibu Veren berada di lokasi sembilan tersenyum melihat Jeferson kena pukul dari Sahrul selaku pacarnya Veren.

Keterangan tersebut menjadi bagian penting dari bantahan Jeferson terhadap narasi yang menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan kecemburuan yang di sampaikan Veren.

Menurutnya, setelah kejadian itu Jeferson memilih kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, anak, keluarga dan sejumlah warga mengetahui kondisi Jeferson serta tidak menerima perlakuan yang dialaminya.

Situasi kemudian berkembang ketika keluarga dan sejumlah warga mendatangi kos-kosan tersebut. Dalam peristiwa berikutnya terjadi pemukulan terhadap seorang pria yang disebut bernama Sahrul, yang oleh pihak keluarga disebut sebagai pacar Veren.

Anak Jeferson menegaskan, tindakan tersebut merupakan rangkaian akibat dari kejadian sebelumnya dan tidak dapat dipisahkan dari dugaan pemukulan terhadap Jeferson.

READ  Nuansa Lebaran Masih Terasa, Kepala BKPSDM Halteng Arman Alting Gelar Open House.

“Kami tegaskan, tidak ada unsur kecemburuan seperti yang disampaikan Veren. Kalau memang pacarnya Veren yang lebih dulu memukul Jeferson, maka justru harus dipertanyakan siapa yang sebenarnya cemburu. Jangan sampai fakta awal peristiwa diputarbalikkan,” tegas pihak keluarga Jeferson.

Kesaksian Warga: Saat Pulang Kerja, Warga Sudah Ramai

Keterangan keluarga tersebut juga mendapat penguatan dari seorang warga berinisial Fandi, yang mengaku berada di sekitar lokasi setelah pulang kerja malam.
Kepada Pers Tipikor.id, Fandi mengatakan dirinya memang tidak mengingat secara pasti waktu kejadian. Namun, ia melihat kondisi warga yang sudah ramai di sekitar lokasi.

“Iya kak, saya inisial Fandi yang melihat kejadian itu saat pulang kerja malam. Saya lupa jam berapa, yang pasti warga sudah ramai-ramai mendatangi perempuan itu,” ujar Fandi.

Keterangan Fandi tersebut setidaknya menunjukkan bahwa saat dirinya tiba di lokasi, situasi sudah dalam keadaan ramai dan terdapat warga yang mendatangi lokasi kos-kosan.

Sementara itu, pihak keluarga Jeferson kembali meminta agar pemberitaan mengenai peristiwa tersebut tidak hanya melihat kejadian pada bagian akhir, yakni saat terjadi pemukulan terhadap Sahrul, tetapi juga menelusuri awal mula peristiwa dan dugaan pemukulan terhadap Jeferson.

Keluarga menilai, kronologi secara utuh diperlukan agar publik tidak menerima informasi secara sepihak.

“Ini peristiwa pemukulan. Jangan hanya melihat siapa yang dipukul pada bagian akhir, tetapi harus dilihat bagaimana awalnya sampai peristiwa itu terjadi,” tegas keluarga Jeferson.

Sampai berita ini terpublikasi Pers Tipikor.id belum dapat mengkonfirmasi Veren Weni Sipahelut. (Editor).

Share :

Baca Juga

Daerah

KPK Wajib Hukumnya Tetapkan Tersangka Penerbitan IUP Ilegal Di Provinsi Maluku utara Dan Halmahera Timur

Daerah

Kadis Pendidikan Ridwan Saliden, Hadiri HUT Himpaudi ke-19 Yang Berlangsung di TK Kusumawati Desa Were.

Daerah

DPRD Jangan Tutup Mata, Lihat Kondisi Proyek RLH Desa Goeng.

Daerah

Pembangunan Rumah Dinas Tak Ada Ring Balok, Dinas Terkait Diminta Awasi Kontraktor Dadakan Jelang Pilkada.

Daerah

Dari Pinjaman Rp6 Juta hingga Janji Paket Proyek, Risman: Sampai Kini Belum Direalisasikan.

Daerah

Tiga Parpol Halmahera Tengah Terancam Diskualifikasi.

Daerah

“DLH Halteng Rilis Hasil Uji Air Laut 2024, Logam Berat Masih Di Bawah Ambang Batas”.

Daerah

Dua Oknum Aparat Desa Lelilef Woebulen Terlibat Politik Praktis.

You cannot copy content of this page