Home / Daerah / Nasional / Regional

Senin, 2 Februari 2026 - 19:48 WIB

“Menjemput Masa Depan dari Akar Sejarah: Bahri Hi. Ahmad Tampil Di Pilkades Tepeleo”.

Senin, 2 Februari 2026.20:43 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID. Desa Tepeleo adalah bagian dari napas kehidupan masyarakatnya. Dari tanah ini, terdengar suara perlahan yang memanggil—suara sakral yang telah hidup dan dijaga turun-temurun. Ia hadir dalam ritme adat, dalam kebersamaan warga, dan dalam kesadaran kolektif tentang siapa mereka dan dari mana mereka berasal.

Bagi masyarakat setempat, momentum Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) bukan sekadar agenda politik, melainkan bagian dari ikhtiar adat dan sejarah untuk menentukan arah kehidupan Desa ke depan.

Pada perjalanan panjang Halmahera Tengah, pernah hadir seorang figur yang namanya lekat dengan keteguhan, pengabdian, dan keberanian mengambil tanggung jawab. Ia bukan sekadar pemimpin pada masanya, melainkan penanda zaman—sosok yang menorehkan tinta penting dalam lembaran sejarah daerah ini.

Jejaknya tertanam dalam ingatan kolektif masyarakat Tepeleo dan pada umumnya Halmahera Tengah tentang ketulusan, serta komitmen menjaga nilai-nilai yang hidup di tengah Dusun, Desa, Kecamatan dan Kabupaten.

Waktu berjalan, generasi berganti. Namun nilai tidak pernah benar-benar pergi. Ia tidak larut dalam kenangan, melainkan menjelma, hidup kembali, dan menemukan ruangnya dalam sosok lain—sebagai titisan dari keteladanan yang sama.

Dari rahim sejarah itulah Bahri Hi. Ahmad hadir. Sebagai putra asli Tepeleo, Bahri Hi. Ahmad tumbuh dalam lingkungan yang sarat nilai. Sejak dini, ia menyerap ajaran tentang kesederhanaan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

Bahri bukan sekadar pewaris nama atau hubungan darah, melainkan pewaris nilai dan pandangan hidup. Cara ia menyapa masyarakat, mendengar keluhan warga, serta menempatkan dirinya setara dengan siapa pun, menjadi cermin dari warisan keteladanan yang hidup dalam keseharian.

Dalam konteks itulah, BAHRI dimaknai—bukan sekadar nama, melainkan rangkuman nilai dari seorang figur yang pernah hadir dan meninggalkan jejak dalam sejarah Halmahera Tengah.

READ  Kuatkan Ukhuwwah Serta Wujudkan Kepedulian di Bulan Ramadhan, Bikers Berbagi Takjil.

B — Berakar pada sejarah dan keteladanan, menjadikan masa lalu sebagai pijakan, bukan sekadar kenangan.

A — Amanah dalam pengabdian, menjalankan setiap tanggung jawab dengan kesungguhan dan kepercayaan.

H — Hidup bersama rakyat, hadir tanpa jarak dan menyatu dengan denyut kehidupan kampung.

R — Relasi yang dijaga dengan adat dan masyarakat, dibangun atas dasar hormat, kesantunan, dan kebersamaan.

I — Integritas yang diwariskan lintas generasi, nilai yang tidak berhenti pada satu masa, tetapi terus diteruskan sebagai warisan moral.

Kini, ketika masyarakat Tepeleo menatap masa depan melalui Pilkades, Bahri Hi. Ahmad berdiri sebagai kelanjutan dari sebuah perjalanan panjang. Bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan meneruskan nilai-nilai luhur dalam konteks zaman hari ini—dengan komitmen pada transparansi, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pembangunan desa yang berpihak pada masyarakat. (Editor: Rosa)..

Share :

Baca Juga

Daerah

Langkah Nyata Fahrul Musa: Uji Baca-Tulis dan Deteksi Dini Disleksia di Sekolah Weda Utara.

Daerah

Proyek Siluman Miliaran di GOR Weda: Tak Ada Papan, Tak Ada Jawaban – PUPR Diduga Lindungi Pelanggaran.

Daerah

Narto,”Tidak Ada Istilah Mati Abadi Bagi Seseorang Yang Terjun Ke Dunia Politik”.

Daerah

Jelang Pelantikan Dan Pengukuhan Pengurus Fagogoru Panitia Gelar Rapat Persiapan.

Daerah

Jembatan Rp1,4 M Baru Dikerjakan, Sudah Rusak: Warga Geram, Bupati dan APH Diminta Tak Boleh Diam.

Daerah

Pasca Terjadinya Longsor di Parangloe, Warga dan Tim Gabungan Kembali Temukan 2 Korban Jiwa

Daerah

HUT ke-80 RI: TKBM Yefi Berkarya Mandiri Tutup Rangkaian Lomba Penuh Persaudaraan.

Daerah

Beredar Flayer Tolak Peserta Luar Daerah di MTQ Halmahera Tengah 2026 Jadi Sorotan.

You cannot copy content of this page