Jum’at, 5 Desember 2025.08:28 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Proyek Rumah Layak Huni (RLH) milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Halmahera Tengah untuk penerima manfaat di Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, kini kembali menjadi sorotan warga. Sudah lebih dari satu bulan, pekerjaan untuk satu unit RLH tersebut tak menunjukkan perkembangan berarti.
Dari total 5 unit RLH yang dialokasikan di desa tersebut, satu unit atas nama Baktir Goloi diketahui belum dikerjakan sama sekali, sementara unit lainnya dikabarkan telah mengalami progres. Hingga awal Desember, material yang tampak di lokasi hanya tumpukan batu, tanpa ada aktivitas pembangunan ataupun pergerakan tenaga kerja.
Seorang warga Desa Gemia melalui pesan Messenger mengungkapkan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan dana proyek sudah dicairkan, namun tidak ada kejelasan terkait pelaksanaan pekerjaan maupun siapa CV pelaksana RLH tersebut.
“Baru batu saja, belum ada kerja. Katanya dana sudah cair, tapi torang tara tau siapa CV-nya,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Minimnya informasi resmi membuat warga makin resah dan mempertanyakan transparansi pelaksanaan program RLH di wilayah mereka. Dugaan adanya hambatan yang tidak dijelaskan secara terbuka kepada penerima manfaat pun mulai mencuat.
Situasi ini kemudian viral di Facebook, setelah salah satu warga mengunggah foto kondisi lapangan dan mempertanyakan mandeknya proyek tersebut. Unggahan itu memicu banyak komentar, termasuk desakan agar pemerintah daerah segera turun ke lapangan memastikan pembangunan RLH berjalan sesuai ketentuan.
Kepala Dinas Perkim Halmahera Tengah telah dikonfirmasi oleh Pers Tipikor.id, namun hingga berita ini diterbitkan pihak dinas belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan pekerjaan satu unit RLH tersebut. (Editor: Rosa).


