Selasa, 29 Juli 2025. 14:46 WIT.HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID -Menanggapi tudingan dugaan penelantaran terhadap 49 pekerja asal Papua, pihak manajemen PT. Asia Mentari Timur akhirnya angkat bicara. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Admin Perusahaan, Ibu Ita, saat dikonfirmasi Pers Tipikor.id melalui sambungan telepon dan WhatsApp pada Selasa (29/7).

Menurut Ibu Ita, seluruh hak para pekerja telah diberikan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama. Ia menegaskan, tidak benar jika disebutkan para pekerja tidak diberi makan.

“Semua hak mereka sudah kami berikan dan itu sudah sesuai dengan kesepakatan. Bahkan, seluruhnya telah ditandatangani oleh mereka,” ungkap Ibu Ita.

Ia menyayangkan adanya laporan sepihak yang menyebutkan bahwa para pekerja tidak mendapatkan makanan layak. Padahal, lanjut Ita, apa yang menjadi hak mereka telah dipenuhi pihak perusahaan.

“Kami menyesalkan terkait laporan bahwa mereka tidak dikasih makan. Kan hak mereka sudah kami berikan. Harusnya mereka jujur menyampaikan yang sudah kami berikan, bukan malah sebaliknya,” tegasnya.
Ibu Ita juga meminta semua pihak agar tidak langsung menghakimi berdasarkan keluhan sepihak. Menurutnya, PT. Asia Mentari Timur tetap berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawab perusahaan dan memenuhi hak-hak pekerja sesuai perjanjian.
“Kami berharap kepada semua pihak agar tidak melihat keluhan mereka dari satu sisi saja. Sebagai perusahaan, kami tetap berkomitmen memberikan setiap yang menjadi hak pekerja,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah pekerja asal Papua yang direkrut PT. Asia Mentari Timur mengaku diterlantarkan dan tidak diberi makanan. Bahkan, sebagian dari mereka menyebut adanya pemotongan upah tanpa penjelasan yang jelas. Pernyataan itu memicu perhatian publik dan mendorong tuntutan agar pihak perusahaan memberikan klarifikasi.
Kepala Bidang (Kabid) Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halmahera Tengah (Halteng), Fauzan Anshari lewat sambungan telepon mengatakan, kami juga sudah mendapatkan penjelasan dari Pihak Perusahaan, ungkapnya.
Saat ini para pekerja sudah berada di Pelabuhan Weda dan kami sudah mendata mereka semua. Lanjut Kabid mengenai hak-hak mereka apabila ada yang belum terpenuhi kami akan menawarkan satu atau dua orang sebagai perwakilan sehingga mediasi dengan Perusahaan bisa berjalan, jelas Fauzan Anshari. (Editor: Rosa).


