Senin, 26 Oktober 2026. 01:02 WIT
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Bupati Halmahera Tengah bersama Wakil Bupati dan tim Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan ground check atau peninjauan langsung pekerjaan jalan sirtu pada ruas Kulo–Ekor, yang menghubungkan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dengan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Minggu (25/10/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melihat langsung kondisi infrastruktur jalan yang memiliki peran penting dalam membuka akses transportasi dan memperkuat konektivitas masyarakat di kedua kabupaten.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turut mendampingi Bupati dan Wakil Bupati, di antaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kepala Dinas Tata Ruang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Baperida, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Kepala Bagian Pemerintahan, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Protokol, serta Camat Weda Tengah.
Berawal dari Pertemuan pada 2023
Pembangunan jalan penghubung Halteng–Haltim memiliki sejarah panjang. Gagasan percepatan akses kedua daerah tersebut telah dibahas sejak 2023, ketika Bupati Halmahera Tengah saat itu masih menjabat sebagai Penjabat (Pj.) Bupati Halteng.
Saat itu, Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher, bersama Ketua dan unsur pimpinan DPRD Haltim datang menemui Pj. Bupati Halteng. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi dalam mempercepat pembangunan akses darat yang menghubungkan kedua kabupaten.
Dalam pembahasan tersebut, terdapat tiga jalur yang menjadi perhatian, yakni Bicoli–Sakam yang telah tersedia, Maba–Sagea yang masih membutuhkan peningkatan, serta Kulo–Ekor yang menjadi salah satu jalur strategis untuk membuka konektivitas langsung kedua wilayah.
Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melakukan pembangunan pada ruas masing-masing hingga jalur Kulo–Ekor akhirnya tersambung.
Pertimbangan utamanya adalah Halteng dan Haltim merupakan dua daerah yang memiliki ikatan sosial dan budaya melalui falsafah Fagogoru. Karena itu, pembangunan jalan penghubung tidak sekadar berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat yang secara sosial dan kultural tidak dapat dipisahkan.
Kini, sebagian masyarakat Ekor bahkan telah memanfaatkan jalur tersebut untuk berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari di wilayah Halmahera Tengah.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa keterhubungan jalan berpotensi memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi lintas wilayah.
Konektivitas Jalan dan Masa Depan Ekonomi Halteng
Terbukanya jalur Kulo–Ekor juga menjadi bagian dari upaya memperluas aksesibilitas wilayah Halmahera Tengah, termasuk keterhubungan menuju kawasan Weda dan Weda Tengah.
Selain jalur tersebut, beroperasinya jalur Kobe–Lukolamo turut memberikan alternatif akses baru bagi masyarakat. Kehadiran jalur-jalur ini diharapkan dapat mempercepat perjalanan, meningkatkan kenyamanan mobilitas, serta memperluas aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pengembangan konektivitas wilayah juga berkaitan dengan rencana peningkatan fungsi Bandara Cekel.
Pada Jumat (23/10/2026), Bupati dan Wakil Bupati Halteng berdiskusi dengan Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Salah satu hal yang dibahas adalah percepatan pembangunan terminal komersial Bandara Cekel sebagai salah satu persyaratan menuju pengoperasian bandara untuk penerbangan komersial.
Bandara Cekel dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung konektivitas udara di wilayah Halmahera.
Pengalaman menghadapi gangguan transportasi akibat erupsi Gunung Gamalama maupun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi pengingat pentingnya menyiapkan jalur transportasi alternatif yang memadai.
Dalam konteks tersebut, pengembangan Bandara Cekel diharapkan dapat memperkuat pilihan akses udara dari luar Maluku Utara menuju wilayah Halmahera, sesuai dengan persyaratan operasional dan keselamatan penerbangan.
Dengan semakin terbukanya akses darat dan rencana pengembangan konektivitas udara, Halmahera Tengah memiliki peluang memperkuat hubungan antardaerah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalan Kulo–Ekor tidak hanya menjadi penghubung geografis antara Halteng dan Haltim, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan sosial-budaya masyarakat Fagogoru sekaligus memperluas peluang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.
(Editor: Ros)





