Ahad, 23 Agustus 2026.13:12 WIT
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda, menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan di wilayah lingkar tambang. Sorotan itu mencuat setelah dirinya melakukan kunjungan ke SMP Negeri 28 Halmahera Tengah di Desa Gemaf, Sabtu (23/8/2026), untuk menjaring langsung aspirasi para pemangku kepentingan pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, Munadi menerima berbagai masukan dan keluhan dari dewan guru SMP Negeri 28 terkait kebutuhan mendesak untuk menunjang proses belajar mengajar. Sejumlah kebutuhan yang disampaikan antara lain pembangunan dan penambahan ruang belajar, kelengkapan peralatan laboratorium, pembangunan ruang guru, rumah guru, hingga pengembangan lapangan sekolah.
Menurut Munadi, persoalan tersebut bukan kali pertama disampaikan kepada pemerintah daerah. Pihak sekolah disebut telah beberapa kali mengajukan kebutuhan pembangunan, namun hingga kini belum mendapatkan realisasi.
“Mereka mengeluh karena sudah berapa kali diajukan ke pemerintah daerah, namun belum dibangun,” kata Munadi.
Ia menilai penambahan ruang belajar menjadi kebutuhan yang sangat penting mengingat kapasitas ruang yang tersedia saat ini tidak lagi sebanding dengan jumlah siswa yang terus mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar perkembangan jumlah peserta didik dapat diimbangi dengan ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai.
Selain menyoroti perhatian pemerintah daerah, Munadi juga mempertanyakan dukungan perusahaan terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah lingkar tambang, khususnya dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).
Dalam dialog bersama dewan guru, Munadi menanyakan apakah selama ini terdapat dukungan dari PT IWIP untuk membantu kebutuhan pendidikan di SMP Negeri 28. Pihak sekolah menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada dukungan yang diterima, meskipun permohonan bantuan, termasuk untuk pengadaan peralatan laboratorium, disebut telah beberapa kali disampaikan.
Munadi mengaku prihatin apabila informasi tersebut benar adanya. Sebab, menurutnya, PT IWIP diketahui memberikan dukungan terhadap berbagai institusi pendidikan di sejumlah daerah, termasuk mendukung salah satu yayasan pendidikan di Sumatera Utara.
“Penjelasan ini kalau benar adanya, ini sudah keterlaluan. Dikarenakan PT IWIP memberikan dukungan berbagai institusi pendidikan di berbagai tempat, termasuk sampai support salah satu Yayasan Pendidikan di Sumatera Utara, sementara mereka yang terkena dampak ini tidak diperhatikan sama sekali,” tegas Munadi.
Ia menilai perhatian terhadap pendidikan semestinya juga dirasakan oleh masyarakat dan lembaga pendidikan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Terlebih, peningkatan aktivitas industri di kawasan tersebut berjalan beriringan dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan dasar, termasuk pendidikan.
Munadi memastikan aspirasi yang diterimanya dari SMP Negeri 28 tidak akan berhenti pada kunjungan lapangan. Ia berjanji akan membawa persoalan tersebut ke dalam pembahasan bersama dinas terkait serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga kebutuhan pembangunan dan pengadaan sarana pendidikan dapat dipertimbangkan untuk dialokasikan melalui APBD.
“Ini akan saya sampaikan dalam pembahasan dengan dinas terkait maupun tim anggaran Pemda supaya bisa dialokasikan dalam APBD,” ujarnya.
Sementara berkaitan dengan dukungan PT IWIP, Munadi juga berencana memanggil pihak pengelola Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan tersebut. Ia ingin persoalan dukungan terhadap fasilitas pendidikan di wilayah lingkar tambang dibahas secara langsung bersama pihak perusahaan.
Rencana pemanggilan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk meminta penjelasan mengenai pola dan sasaran program CSR perusahaan, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan di wilayah yang berada di sekitar kawasan industri.
Kunjungan Munadi ke SMP Negeri 28 Halmahera Tengah pun membuka kembali perhatian terhadap tantangan pemerataan fasilitas pendidikan di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri di Halmahera Tengah. Aspirasi dari sekolah di Desa Gemaf tersebut kini menunggu tindak lanjut konkret, baik melalui kebijakan pemerintah daerah maupun kontribusi perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. (Editor: Rosa).





