Selasa, 10 Maret 2026. 23:15 WIT.
HALTENG, PERS TIPIKOR.ID — Di tengah keheningan malam Ramadan, dentuman gendang sahur menggema dari sudut-sudut Kota Weda. Irama yang membangunkan warga untuk santap sahur itu bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi panggilan kebaikan yang mengajak masyarakat menebar amal di bulan yang penuh berkah.
Kegiatan tersebut digagas oleh komunitas Laski yang dipimpin Muksin, atau yang akrab disapa Ucin. Melalui kegiatan gendang sahur ini, mereka menggalang donasi untuk membantu pembangunan pagar Mushalah Nurul Huda di Desa Were, Kecamatan Weda.
Dengan irama gendang yang berpadu dengan lantunan shalawat dan qasidah, rombongan Laski menyusuri sejumlah titik di Kota Weda. Dentuman gendang sahur yang mereka bawakan menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbanyak sedekah, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari TKBM Yefi Berkarya Mandiri yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan bernuansa ibadah di bulan suci Ramadan.
Selain itu, kegiatan syiar Ramadan ini juga mendapat dukungan dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Halmahera Tengah. Pengurus DPD LASQI Halteng yang diketuai Muksin Talib dengan Sekretaris Iskandar turut berkontribusi menghadirkan nuansa dakwah melalui seni qasidah.
Melalui dukungan tersebut, sejumlah penyanyi qasidah dari Maluku Utara turut dihadirkan untuk memeriahkan kegiatan ini, di antaranya Nurwahida M. Djae, Erda Ibrahim, dan Qibra Gebe.
Suasana religius semakin terasa ketika Nurwahida, yang dikenal luas sebagai Ratu Qasidah Maluku Utara, melantunkan syair-syair qasidah bernuansa dakwah. Lantunan suaranya yang khas seakan mengajak umat untuk memperbanyak zikir, doa, serta amal saleh di bulan yang dipenuhi rahmat dan ampunan Allah SWT.
Ketua Laski, Muksin, bersama seluruh personel menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada masyarakat Desa Gemia, Kecamatan Patani Utara, serta masyarakat Kecamatan Weda Tengah yang telah mengundang Laski untuk turut memeriahkan suasana Ramadan. Apresiasi juga diberikan kepada masyarakat Kota Weda yang dengan tulus berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan donasi.
“Semoga setiap langkah, setiap dentuman gendang sahur, dan setiap sedekah yang diberikan menjadi amal jariyah yang bernilai di sisi Allah SWT. Kami berharap seluruh kebaikan ini dicatat dalam Lauh Mahfudz sebagai amal ibadah yang kelak menjadi penerang bagi kita semua,” ujar Ucin.
Di bulan yang penuh keberkahan ini, dentuman gendang sahur Laski dan lantunan qasidah yang menggema di Kota Weda menjadi pengingat bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, tidak akan pernah hilang di hadapan Allah SWT.
Sedekah yang terhimpun, langkah kaki yang ditempuh, serta niat tulus membantu pembangunan pagar Mushalah Nurul Huda diyakini akan menjadi amal yang terus mengalir pahalanya.
(Editor: Rosa)


